KARAWANG – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Karawang terus memperkuat edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat. Kali ini, sasaran sosialisasi adalah para pelajar di SDN Dawuan Barat 3, Kabupaten Karawang, sebagai upaya menanamkan budaya sadar keselamatan sejak usia dini.
Kegiatan yang digelar pada Rabu (13/5) tersebut dipimpin langsung oleh Manager PLN UPT Karawang, Harry Gumilang, bersama Tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L). Melalui pendekatan yang interaktif, para siswa diperkenalkan pada manfaat listrik dalam kehidupan sehari-hari sekaligus memahami berbagai potensi bahaya apabila listrik digunakan secara tidak aman.
Dalam sosialisasi tersebut, siswa diajak mengenal pentingnya listrik sebagai penunjang aktivitas belajar, komunikasi, hingga kebutuhan rumah tangga. Selain itu, PLN juga memberikan pemahaman mengenai berbagai aktivitas yang berisiko di sekitar jaringan transmisi, seperti bermain layang-layang di bawah saluran listrik, memanjat menara transmisi, membakar sampah di sekitar jalur transmisi, maupun tindakan lain yang dapat membahayakan keselamatan serta mengganggu keandalan pasokan listrik.
Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Berbagai contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat para siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga keselamatan di sekitar instalasi kelistrikan.
Manager PLN UPT Karawang, Harry Gumilang, mengatakan edukasi kepada pelajar merupakan langkah strategis dalam membangun budaya keselamatan yang dimulai sejak dini.
“Listrik merupakan kebutuhan utama yang mendukung hampir seluruh aktivitas masyarakat. Namun di balik manfaatnya, terdapat potensi bahaya apabila digunakan secara tidak tepat atau masyarakat melakukan aktivitas berisiko di sekitar jaringan transmisi. Melalui sosialisasi ini kami ingin membekali para siswa dengan pengetahuan dasar mengenai keselamatan ketenagalistrikan agar mereka mampu menghindari potensi bahaya sekaligus menjadi agen edukasi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Harry menambahkan, partisipasi masyarakat dalam menjaga ruang bebas jaringan transmisi juga menjadi faktor penting untuk memastikan keandalan penyaluran listrik tetap terjaga.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai cara menggunakan listrik secara aman, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.
Sementara itu, General Manager PLN UIT Jawa Bagian Tengah, Handy Wihartady, menegaskan bahwa edukasi keselamatan ketenagalistrikan merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan layanan listrik yang andal sekaligus membangun budaya keselamatan di tengah masyarakat.
“PLN tidak hanya bertanggung jawab menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan ketenagalistrikan. Edukasi kepada generasi muda menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan masyarakat yang peduli terhadap keselamatan, menjaga aset ketenagalistrikan, serta mendukung keandalan sistem transmisi,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi antara PLN, dunia pendidikan, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar manfaat listrik dapat dirasakan secara optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Melalui kegiatan ini, PLN UPT Karawang berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya menggunakan listrik secara bijak serta menghindari aktivitas yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun mengganggu keandalan sistem penyaluran tenaga listrik. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan sebagai bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan listrik yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat.***











