BeritaBisnis

Listrik PLN Dongkrak Produktivitas Pertanian di Bekasi, Petani Kini Bisa Panen Tiga Kali Setahun

817
×

Listrik PLN Dongkrak Produktivitas Pertanian di Bekasi, Petani Kini Bisa Panen Tiga Kali Setahun

Sebarkan artikel ini

BEKASI – Program Electrifying Agriculture yang dijalankan PT PLN (Persero) berhasil membawa perubahan besar bagi sektor pertanian di Desa Cicau, Kabupaten Bekasi. 

Berkat pemanfaatan listrik untuk sistem irigasi dan alat pertanian modern, petani yang sebelumnya hanya mampu panen dua kali dalam setahun kini dapat meningkatkan intensitas tanam menjadi tiga kali panen setiap tahun.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilaksanakan PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Bekasi ini tak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga memangkas biaya produksi, meningkatkan pendapatan petani, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Desa Cicau yang berada di sekitar jalur transmisi SUTET 500 kV Cibatu–Deltamas selama ini menghadapi persoalan klasik, yakni keterbatasan pasokan air saat musim kemarau. Akibatnya, petani hanya mampu bercocok tanam dua kali dalam setahun. Selain itu, penggunaan pompa berbahan bakar minyak (BBM) membuat biaya operasional terus membengkak.

Melalui program Electrifying Agriculture, PLN menghadirkan sambungan listrik baru berkapasitas 10.600 VA yang terintegrasi dengan pompa irigasi listrik. Bantuan tersebut juga dilengkapi dua unit traktor listrik, mesin perontok padi listrik, mesin pemotong rumput listrik, pembangunan saung petani dengan instalasi listrik, penyediaan bibit padi dan cabai, hingga pelatihan pengolahan hasil panen dan pemasaran produk.

Hasilnya mulai dirasakan secara nyata. Ketersediaan air sepanjang tahun membuat petani dapat meningkatkan frekuensi tanam menjadi tiga kali dalam setahun. Penggunaan peralatan berbasis listrik juga mempercepat proses pengolahan lahan hingga pascapanen sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien.

Tak hanya itu, biaya produksi berhasil ditekan hingga sekitar Rp36,36 juta per tahun,, terutama dari penghematan penggunaan BBM. Di sisi lain, konsumsi listrik mencapai 11.994 kWh per tahun yang turut berkontribusi pada peningkatan penjualan tenaga listrik PLN sekitar Rp4,78 juta per tahun.

Program ini telah memberikan manfaat kepada 24 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Berkah Sakabeh dengan luas lahan sekitar 40 hektare. Produktivitas lahan meningkat hingga 50 persen, sementara rata-rata pendapatan petani bertambah sekitar Rp12 juta per tahun. Selain itu, penggunaan pompa listrik juga mampu mengurangi konsumsi BBM hingga 2.560 liter setiap tahun, sehingga lebih ramah lingkungan.

Masum, petani sekaligus *Local Hero* Kelompok Tani Berkah Sakabeh, mengaku perubahan terbesar yang dirasakan adalah tersedianya air sepanjang tahun.

“Dulu kami harus membeli BBM untuk menjalankan pompa air dan tetap bergantung pada musim. Sekarang air tersedia kapan saja karena menggunakan listrik. Biaya operasional jauh lebih hemat, pekerjaan lebih cepat, dan kami bisa menanam tiga kali dalam setahun. Pendapatan petani juga meningkat sekitar Rp12 juta setiap tahun. Perubahan ini sangat membantu kami dalam mengembangkan usaha tani,” ujarnya.

Manager PLN UPT Bekasi, Indra Kurniawan, mengatakan pemanfaatan listrik di sektor pertanian membuktikan bahwa energi memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Program Electrifying Agriculture merupakan upaya PLN memperluas manfaat listrik bagi sektor produktif. Ketika akses energi mampu meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta memperkuat pendapatan petani, maka listrik menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami berharap model ini dapat direplikasi di lebih banyak wilayah yang memiliki potensi pertanian,” katanya.

Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui modernisasi sektor pertanian. Pemanfaatan energi listrik diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, serta meningkatkan daya saing petani di tengah tantangan perubahan iklim.

Sepanjang periode 2025–2026, PLN UIT Jawa Bagian Tengah telah menjalankan empat program Electrifying Agriculture. Dua program yang dilaksanakan pada 2025 telah memberikan manfaat kepada 76 penerima, terdiri dari 24 anggota Kelompok Tani Berkah Sakabeh dan 52 anggota Kelompok Tani Jayawangi. Sementara dua program lainnya pada 2026 masih dalam tahap pelaksanaan dengan melibatkan 20 anggota kelompok tani sebagai penerima manfaat awal.

Melalui program ini, PLN menegaskan komitmennya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya, Tanpa Kelaparan, Energi Bersih dan Terjangkau, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Penanganan Perubahan Iklim.

Bagi para petani di Desa Cicau, listrik kini bukan sekadar sumber energi, melainkan penggerak produktivitas yang membuka peluang peningkatan kesejahteraan. Transformasi dari pompa berbahan bakar minyak ke pompa listrik menjadi bukti bahwa akses energi yang andal mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masa depan pertanian Indonesia.***