CIREBON – Di momentum Hari Jadi ke-68, Perumda Air Minum Tirta Giri Nata mencanangkan terpenuhinya kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Cirebon.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Cirebon Sumantho mengatakan, sebagai badan usaha milik daerah Perumda Air Minum Tirta Giri Nata terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat Kota Cirebon dalam pemenuhan air minum.
“Sepanjang tahun 2025, PDAM mampu meningkatkan jumlah pelanggan dari 56.776 meningkat menjadi 57.172 pelanggan,” katanya, Kamis (26/2/2026).
Peningkatan jumlah pelanggan tersebut berbanding lurus dengan peningkatan jumlah pendapatan asli daerah (PAD) Kota Cirebon.
“PDAM Tirta Giri Nata juga berhasil meraih penghargaan sebagai Perusahaan yang berkomitmen pada K3 Perkantoran Di Provinsi Jawa Barat Tahun 2025,” tuturnya.
Sementara itu Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Sofyan Satari mengatakan, beberapa tantangan harus dihadapi oleh PDAM antara lain peningkatan jumlah penduduk di Kota Cirebon.
“Selain itu juga peluasan cakupan pelayanan air minum, sementara sumber air terbatas, kendala lainnya adalah pendanaan investasi, dan perubahan fungsi lahan,” katanya.
Ia menuturkan, beberapa target kinerja pada tahun 2026 sendiri yakni penambahan pelanggan baru kurang lebih 1.500 pelanggan.
“Penambahan ini khususnya pada wilayah selatan antara lain Kelurahan Harjamukti, Kelurahan Kalijaga dan Kelurahan Argasunya,” tuturnya.
Pihaknya juga menginginkan penurunan angka kehilangan air yang ditargetkan sebesar 35 persen.
“Pada tahun ini juga kita ingin revitalisasi pipa lama, penataan jaringan dan juga pemerataan tekanan,” jelasnya.
Terkait sumber air baku, PDAM berupaya mencari sumber alternatif lain. Opang mengungkapkan sampai saat ini sumber air yang ada masih cukup melayani masyarakat Kota Cirebon.
“Dari sumber air baku yg ada sebenarnya masih memungkinkan utk melayani masyarakat kota cirebon namun karena tingginya tingkat kebocoran menyebabkan sebagian pelayanan terganggu,” tutupnya.***(Sakti)











