BeritaCirebon

Musda VI PAN Kota Cirebon: Empat Nama Resmi Ditetapkan sebagai Tim Formatur 2025–2030

1008
×

Musda VI PAN Kota Cirebon: Empat Nama Resmi Ditetapkan sebagai Tim Formatur 2025–2030

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Dr. (H.C.) H. Zulkifli Hasan, M.B.A. secara resmi membuka rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) PAN yang digelar serentak secara nasional melalui daring (dalam jaringan), Minggu (21/12/2025).

Musda ini menjadi bagian penting konsolidasi organisasi PAN dalam memperkuat soliditas partai, menjaga keutuhan koalisi pemerintahan, serta menyiapkan strategi pemenangan di seluruh daerah.

Ditingkat DPD Kota Cirebon, Musda digelar di Kantor DPD PAN Kota Cirebon, Jalan Evakuasi, Kecamatan Kesambi.

Ketua Musda VI PAN Kota Cirebon, Abdullah Sahar mengatakan, penetapan susunan tim formatur Musyawarah Daerah (Musda) ke-6 sebagai langkah strategis dalam menyusun kepengurusan periode 2025–2030.

Keputusan ini merujuk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PAN serta Peraturan Partai Nomor 3 Tahun 2020, khususnya Pasal 17 dan 18, yang mengatur mekanisme permusyawaratan di tingkat wilayah, daerah, cabang, dan ranting.

“Dalam keputusan Musda tersebut, PAN Kota Cirebon mengesahkan empat nama sebagai anggota tim formatur yakni Dani Mardani sebagai perwakilan formatur dari DPW PAN Jawa Barat, Aldyan Fauzan, Anton Octavianto dan M Fahrozi,” ucapnya.

Menurutnya, tim formatur ini diberi amanah untuk secara bersama-sama menyusun komposisi kepengurusan DPD PAN Kota Cirebon periode 2025–2030 dengan mengedepankan nilai amanah, tanggung jawab, serta semangat kolektif demi penguatan organisasi partai ke depan.

Keputusan tersebut ditetapkan di Kota Cirebon pada Minggu, 21 Desember 2025, pukul 11.40 WIB, dan ditandatangani oleh pimpinan sidang Musda VI PAN Kota Cirebon.

“Pembentukan tim formatur ini diharapkan dapat mempercepat dan mengefektifkan proses konsolidasi internal partai dalam menghadapi agenda politik mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa dinamika politik nasional saat ini menuntut kekompakan dan kedewasaan kader. 

Ia menyinggung adanya upaya pelemahan terhadap kekuatan politik yang konsisten berpihak pada rakyat, termasuk serangan opini yang kini masif berkembang di ruang publik dan media sosial.

“Kita kuat justru karena keberpihakan kita jelas. Namun ada upaya sistematis untuk melemahkan. Bahkan Presiden pun mulai menjadi sasaran. Ini harus disikapi dengan kepala dingin dan kerja nyata,” tegas Zulkifli Hasan di hadapan peserta Musda.

Ketua Umum PAN menekankan bahwa koalisi PAN bersama Presiden Prabowo Subianto merupakan koalisi ideologis yang dibangun atas dasar kesamaan visi, bukan sekadar kepentingan jangka pendek. 

Karena itu, kesetiaan pada platform partai dan kebijakan pro-rakyat, khususnya ekonomi kerakyatan dan keberpihakan kepada masyarakat kecil, disebut sebagai garis perjuangan yang tidak bisa ditawar.

“Kita setia pada kebijakan yang berpihak pada rakyat. Ini fondasi PAN dan tidak bisa ditawar-tawar,” ujarnya, disambut semangat para kader.

Zulkifli Hasan juga mengingatkan bahwa medan politik hari ini telah bergeser ke ruang digital. Media sosial disebutnya sebagai senjata utama dalam kontestasi politik modern. Seluruh struktur partai diminta cermat, disiplin, dan terorganisir dalam membangun narasi positif serta menjaga etika komunikasi publik.

“Persaingan hari ini ada di media sosial. Kalau tidak siap, kita bisa kalah. Karena itu, semua kader harus hati-hati, terukur, dan terarah,” pesannya.

Dalam konteks organisasi, Ketum PAN menggarisbawahi, Musda harus dijalankan dengan semangat musyawarah mufakat, tanpa ego pribadi. Ia mengingatkan agar perebutan jabatan Ketua DPD tidak memecah belah kader di daerah.

“Musda ini musyawarah, bukan ajang saling menjatuhkan. Ketua DPD itu tugas tambahan untuk memenangkan partai. Jangan gara-gara perebutan jabatan, saudara-saudara terpecah. Kalau masih ribut, tidak akan ada kemajuan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Zulkifli Hasan mematok target konkret pemenangan. Ia meminta seluruh jajaran DPD, DPW, hingga wakil PAN di DPR RI dan DPRD untuk memiliki jaringan relawan minimal satu orang di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Langkah ini dinilai krusial dalam memperkuat kerja-kerja elektoral di akar rumput.

Ketua Umum PAN juga mengajak seluruh kader bekerja keras siang dan malam demi kemenangan PAN di daerah masing-masing. Menurutnya, peluang kemenangan hanya dapat diraih melalui kerja nyata, konsolidasi berkelanjutan, dan keberpihakan yang konsisten kepada rakyat.***