BeritaCirebon

Polres Cirebon Kota Ringkus Pelaku Perusakan dan Pencurian oleh Kelompok Motor

583
×

Polres Cirebon Kota Ringkus Pelaku Perusakan dan Pencurian oleh Kelompok Motor

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Aksi konvoi kelompok motor di Kota Cirebon berujung tindak kriminal. Sekelompok pria bermotor diduga melakukan pencurian disertai aksi kekerasan dan perusakan terhadap sebuah warung milik seorang janda di kawasan Pekiringan, Kota Cirebon.

Kasus tersebut kini berhasil diungkap jajaran Polres Cirebon Kota. Dalam konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Senin (11/5/2026), Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar memperlihatkan sejumlah barang bukti, termasuk tongkat baseball berwarna perak yang penyok di bagian tengah.

Selain itu, polisi juga menampilkan rekaman CCTV yang merekam detik-detik aksi brutal kelompok motor saat menyerbu warung korban di Gang Pandesan 1.

“Siang ini kami merilis pelaku tindak pidana yang secara terang-terangan dan bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang serta pencurian dengan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang atau kelompok motor,” ujar Eko kepada awak media.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, korban tengah berjualan seperti biasa sebelum tiba-tiba didatangi puluhan orang yang diduga bagian dari kelompok motor tertentu.

Menurut Eko, rombongan tersebut melakukan pengejaran terhadap korban hingga berujung aksi perusakan warung.

“Mereka terafiliasi dengan kelompok motor tertentu sehingga melakukan pengejaran terhadap korban, termasuk merusak warung milik korban,” katanya.

Tak hanya merusak warung, kelompok motor itu juga diduga mengambil sejumlah barang milik korban saat aksi konvoi berlangsung.

Polisi telah mengamankan enam orang untuk menjalani pemeriksaan. Dari jumlah tersebut, dua orang masing-masing berinisial RS (44) dan PS (40) resmi ditetapkan sebagai tersangka.

“Dari enam orang yang diamankan, dua orang sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” jelas Kapolres.

Selain tongkat baseball, polisi turut menyita sebilah sangkur, dua jaket kelompok motor, serta rekaman CCTV dari lokasi kejadian sebagai barang bukti.

Tongkat baseball yang diperlihatkan dalam konferensi pers tampak rusak dan penyok di bagian tengah, diduga akibat digunakan saat melakukan aksi kekerasan. Petugas kepolisian bahkan menggunakan sarung tangan hitam saat memegang barang bukti guna menjaga keaslian dan sidik jari yang menempel.***