Scroll untuk baca artikel
Berita

Puluhan Demonstran Diamankan usai Kerusuhan di Pohuwato

620
×

Puluhan Demonstran Diamankan usai Kerusuhan di Pohuwato

Sebarkan artikel ini
Kondisi kantor Bupati yang dilalap api di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Kamis (21/9/2023). Kantor Bupati Pohuwato dibakar oleh massa unjuk rasa penambang yang menuntut ganti rugi lahan dari salah satu perusahaan tambang di daerah itu. ANTARA/Mohammad Halid

POHUWATO – Puluhan demonstran diamankan polisi dalam kerusuhan di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, pada Kamis (21/9/2023).

Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Angesta Romano Yoyol, Kamis mengatakan kerusuhan terjadi di dua lokasi yakni PT. Pani Gorontalo Project dan kawasan kantor Bupati Pohuwato.

Ribuan pengunjukrasa yang tidak terkendali melakukan aksi anarkis hingga menyebabkan personel Kepolisian yang melakukan pengamanan mengalami luka-luka.

“Ada 10 orang personel kami yang terluka, bahkan ada juga yang mengalami patah tulang,” ungkapnya dilansir dari ANTARA, Jumat (22/9/2023).

Ia mengatakan bahwa pada saat massa aksi melakukan demonstrasi di kantor bupati Pohuwato, jumlah personel yang melaksanakan pengamanan tidak sebanding dengan pengunjukrasa, sehingga personel sempat kewalahan.

Kapolda mengatakan saat turun langsung ke lokasi dan bermaksud untuk bernegosiasi, para pendemo menolaknya dan malah melempari dirinya bersama personel dengan batu.

Massa aksi yang semakin beringas juga melakukan perusakan dan membakar kantor bupati. Bahkan aksi pendemo juga meluas hingga merusak fasilitas di kantor DPRD dan rumah dinas bupati Pohuwato.

Melihat kondisi tersebut Kapolda langsung memerintahkan personel untuk mengamankan pendemo yang dianggap memprovokasi massa aksi dan yang melakukan aksi anarkis.

“Selain puluhan demonstran, ada juga kendaraan yang kita amankan. Semuanya masih kita lakukan pendataan dan pemeriksaan. Nanti hasilnya kita informasikan kembali,” kata Kapolda.

Dalam proses pengamanan unjuk rasa itu kata Kapolda lagi, pihaknya telah melaksanakan sesuai prosedur, bahkan selain pengamanan yang dilakukan selama satu minggu terakhir, personel Kepolisian juga melakukan pendekatan dan sosialisasi ke warga yang menggelar unjuk rasa.

“Kita sudah melaksanakan sesuai prosedur. Bahkan sampai hari ini dan besok, kita masih tetap bertahan hingga situasi benar-benar kondusif,” kata Kapolda.

Menurut informasi, sebelumnya massa aksi melakukan unjuk rasa dalam rangka meminta ganti rugi lahan kepada salah satu perusahaan tambang emas yang ada di Kabupaten Pohuwato. Hingga berita ini ditayangkan, situasi di wilayah Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato telah normal.

Namun begitu, aparat Kepolisian masih disiagakan di beberapa lokasi yang dianggap rawan terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain itu Penjabat Gubernur, Kapolda, Danrem dan sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) masih berada di Kabupaten Pohuwato dan berencana akan tetap tinggal, guna memastikan situasi di wilayah tersebut benar-benar kondusif.***

TiketFest