Berita

Terobosan Besar di Kota Cirebon, Pangaji-aji Bintang Caruban 2025 Jadi Pemantik Budaya Inovasi Berkelanjutan

867
×

Terobosan Besar di Kota Cirebon, Pangaji-aji Bintang Caruban 2025 Jadi Pemantik Budaya Inovasi Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Kota Cirebon menorehkan babak baru dalam perjalanan inovasinya melalui suksesnya penyelenggaraan perdana Kompetisi Inovasi Kota Cirebon (Koin Kocir) 2025 dengan tema “Tukar Idemu, Bangun Kotamu”. 

Ajang yang digagas Bapelitbangda Kota Cirebon ini mencapai puncaknya dalam malam Penganugerahan Pangaji-aji Bintang Caruban, sebuah momentum penting untuk memperkuat ekosistem inovasi di lingkungan pemerintah daerah.

Kepala Bapelitbangda Kota Cirebon, Drs. Agus Herdhyana, M.Si., menegaskan bahwa kompetisi ini menjadi bentuk apresiasi bagi para inovator yang telah menuangkan ide kreatif ke dalam karya nyata.

“Ini bagian dari upaya kita untuk mengapresiasi semua gagasan yang diwujudkan dalam bentuk inovasi. Penghargaan diberikan kepada inovator yang berhasil lolos hingga 10 besar, 6 besar, dan 3 juara utama,” ujar Agus usai acara, Rabu (19/11/2025).

Lebih dari sekadar lomba, Pangaji-aji Bintang Caruban diharapkan menjadi batu pijakan untuk melahirkan budaya inovasi yang berkelanjutan. Agus menekankan bahwa sebuah inovasi tidak boleh berhenti setelah berhasil dibuat.

“Yang terpenting adalah menjaga keberlanjutan inovasi. Kalau masih ada yang perlu dikembangkan, itu bukan alasan untuk berhenti. Terus kembangkan, coba, salah, perbaiki—itulah inovasi,” jelasnya.

Proses Seleksi Ketat dan Objektif

Ajang ini disambut antusias oleh masyarakat. Dari 53 inovator yang mendaftar, sebanyak 41 inovasi dinyatakan lolos seleksi administrasi untuk melanjutkan tahap berikutnya, mulai dari penilaian proposal, video inovasi, hingga wawancara.

Tiga dewan juri independen dari institusi pendidikan ternama turut dilibatkan, yakni:

Dr. Kartono, SE., M.Si. – Universitas Swadaya Gunung Jati

Dr. Chondro Suryono, MM – Poltekpar Prima Internasional

Dr. Budi Manfaat, M.Si. – UIN Cyber Syekh Nur Jati

Proses penilaian terus diperdalam hingga terpilih 10 besar, mengerucut menjadi 6 inovator terbaik, dan dilanjutkan dengan verifikasi lapangan untuk memastikan implementasi inovasi sesuai fakta di lapangan.

“Juri memastikan bahwa apa yang ditulis dalam proposal benar-benar dapat diimplementasikan. Semua juri memiliki hak imunitas, sehingga proses penilaian berlangsung objektif tanpa intervensi apa pun,” tegas Agus.

Menatap Tingkat Jawa Barat dan Nasional

Tidak berhenti di tingkat kota, Bapelitbangda menargetkan inovasi terbaik dari Koin Kocir 2025 dapat melaju ke kompetisi inovasi tingkat Jawa Barat hingga Innovative Government Award (IGA) dari Kemendagri.

Melalui kompetisi ini, Pemerintah Kota Cirebon berharap dapat meningkatkan daya saing daerah serta indeks inovasi daerah secara signifikan.

Fondasi Kota Inovatif

Koin Kocir 2025 menjadi pondasi awal Kota Cirebon dalam membangun budaya inovasi yang hidup, adaptif, dan berorientasi masa depan. Melalui penghargaan Pangaji-aji Bintang Caruban, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inovasi lokal yang memberikan dampak pada pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan.

Dengan langkah besar yang telah dimulai ini, Kota Cirebon bergerak menuju masa depan sebagai kota yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi. ***