Bisnis

Ubah Limbah Organik Jadi Cuan, Perempuan Kuningan Dibina Lewat Budidaya Maggot

841
×

Ubah Limbah Organik Jadi Cuan, Perempuan Kuningan Dibina Lewat Budidaya Maggot

Sebarkan artikel ini

KUNINGAN – Berdasarkan data terbaru dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), total timbulan sampah nasional Indonesia pada tahun 2025 mencapai sekitar 24,94 juta ton per tahun yang dilaporkan dari 246 kabupaten/kota se-Indonesia, dengan sebagian besar sampah masih belum dikelola secara optimal di tingkat nasional, salah satunya adalah sampah organik/rumah tangga.

Besarnya volume tersebut menunjukkan urgensi sekaligus potensi ekonomi dari pengelolaan limbah organik. Black Soldier Fly (BSF) dan maggot yang dihasilkan mampu mengurai sampah organik dalam waktu relatif singkat, menghasilkan pakan ternak berprotein tinggi, serta residu berupa kasgot yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk pertanian.

Melihat potensi tersebut, pengelolaan limbah organik kini semakin didorong menjadi peluang usaha bernilai ekonomi tinggi melalui pelatihan Klasterisasi Budidaya Maggot bagi 30 nasabah PNM Mekaar Unit Jalaksana di wilayah Region Cirebon-2, Kabupaten Kuningan. 

Program ini dirancang untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan prasejahtera dengan pendekatan klaster yang terstruktur, kolektif, dan berorientasi pasar. Melalui budidaya larva Black Soldier Fly (BSF), limbah organik rumah tangga yang sebelumnya terbuang diolah menjadi produk bernilai tambah dan membuka sumber pendapatan baru bagi kelompok.

Pelaksanaan program ini didampingi secara intensif oleh Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) selama tiga bulan. Pendampingan mencakup pelatihan teknis budidaya, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran, sehingga peserta tidak hanya memahami proses produksi, tetapi juga rantai bisnisnya secara menyeluruh. 

Salah satu peserta klasterisasi menyampaikan bahwa pelatihan tersebut mengubah cara pandangnya terhadap sampah rumah tangga, yang sebelumnya dianggap tidak berguna, kini dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan dan membantu menambah penghasilan keluarga.

Pemimpin Cabang PNM Cirebon, Erwin Syafriadi, menegaskan bahwa program Klaster Maggot merupakan bentuk komitmen dalam menghadirkan tanggung jawab sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat. 

Ia menyampaikan bahwa program ini menjadi wadah bagi kelompok perempuan untuk terus berkembang, sekaligus mendorong terciptanya usaha yang selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. 

“Sinergi dengan perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan mampu membangun ekosistem ekonomi sirkular yang memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan di wilayah Kuningan dan sekitarnya,” ujarnya.***