BeritaCirebon

DLH: Masyarakat Jangan Buang Sampah Sembarangan

243
×

DLH: Masyarakat Jangan Buang Sampah Sembarangan

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Beberapa tempat pembuangan sampah (TPS) liar hadir di komplek perkantoran Bima Kota Cirebon.

Salah satu diantaranya ada di dekat kantor Kementerian Agama Kota Cirebon. Sampah sepanjang 20 meter tersebut mulai menutup pinggiran jalan.

Kepala UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Rezki Prima Bahrian mengatakan, sampah tersebut sering sekali dibersihkan, dan bukan hanya satu titik saja.

“Jadi itu bukan cuma disitu lokasinya tapi dekat dengan fakultas kedokteran juga sering ada, contoh ada sampah satu saja disitu nah nanti orang-orang buang disitu semua,” katanya, Rabu (8/1/2025).

Dirinya melanjutkan, sampah tersebut berasal dari orang-orang sekitar dan juga pengendara baik mobil maupun motor.

“Saya pernah lihat sendiri, jadi yang buang sampah itu orang-orang bermobil, ada juga orang-orang yang berseragam, ya orang yang terdidik lah tapi buang sampah sembarangan, jadi lewat pakai mobil main lempar saja sampahnya disitu,” lanjutnya.

Ia mengungkapkan, sering sekali melakukan pembersihan di kawasan tersebut, sampai akhirnya pada tahun ini pihaknya memutuskan untuk menempatkan personel di titik rawan TPS liar.

“Jadi memang karena kekurangan personel jadi kita geser-geser personel untuk jaga disitu, kalau tahun ini sih rencana ada satu yang standby disitu untuk menutup,” ungkapnya.

Rezki mengungkapkan, persoalan sampah yang ada di Stadion Bima sendiri itu kewenangannya ada di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cirebon.

“Karena kewenangannya diambil alih oleh Dispora, untuk kawasan stadion Bima, itu juga beserta jogging track merupakan kewenangan Dispora sejak beberapa tahun yang lalu,” ungkapnya.

Ia juga mengajak, seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah disembarang tempat, terlebih di kawasan jogging track.

“Kalau kita sih ada satgas untuk membersihkan itu, tapi memang kembali lagi keterbatasan tenaga jadi agak lambat,” jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, untuk TPS sendiri tersedia di depan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).

“Itu sudah TPS besar sebenarnya, ada 3 truk besar disitu yang standby dari pagi sampai sore, karena kalau kota-kota lain itu TPS itu sudah tidak difungsikan lagi, nanti kita kedepannya juga seperti itu,” tutupnya.*(Sakti)