CirebonBeritaBisnis

JAPFA Cirebon Edukasi Ibu Rumah Tangga Olah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi

845
×

JAPFA Cirebon Edukasi Ibu Rumah Tangga Olah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini

CIREBON — Upaya pengurangan sampah organik dan mitigasi perubahan iklim terus diperkuat oleh JAPFA melalui pemberdayaan perempuan di tingkat komunitas. 

Lewat program Gerakan Perempuan Nusantara, puluhan ibu-ibu dari Majelis Taklim Roudhatul Jannah mengikuti pelatihan pengolahan sampah organik menjadi ecoenzyme dan sabun cair organik di Kantor Pabrik Pakan JAPFA Cirebon, Jumat (29/5/2026).

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi Green Economy JAPFA yang mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai tambah sekaligus ramah lingkungan. 

Para peserta tampak antusias mempelajari cara mengolah sisa bahan organik segar dari dapur menjadi ecoenzyme yang dapat digunakan sebagai cairan pembersih alami hingga bahan dasar sabun cair organik.

VP Head of Social Investment JAPFA, R. Artsanti Alif, mengatakan keterlibatan perempuan menjadi kunci penting dalam membangun kesadaran pengelolaan sampah dari lingkungan rumah tangga.

“Antusiasme ibu-ibu luar biasa dalam memanfaatkan sisa bahan organik segar dari dapur menjadi produk ecoenzyme dan sabun cair organik. Harapannya, langkah ini dapat membantu mengurangi sampah organik sekaligus mendorong penggunaan bahan pembersih yang lebih ramah lingkungan,” ujar Artsanti.

Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya berhenti pada pembuatan ecoenzyme. Ke depan, peserta juga diharapkan mampu mengembangkan produk turunan lainnya seperti sabun batang organik, sebagaimana yang telah dilakukan anggota Bank Sampah Berkah Mulya Cirebon.

Artsanti menjelaskan, Gerakan Perempuan Nusantara telah dijalankan JAPFA selama setahun terakhir sebagai bentuk pelibatan aktif perempuan dalam aksi mitigasi perubahan iklim. Program ini mengedepankan edukasi praktis yang mudah diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

“Program ini juga sejalan dengan arahan Wali Kota Cirebon terkait pengelolaan sampah perkotaan. Kami ingin masyarakat, khususnya perempuan, menjadi motor perubahan dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga,” katanya.

Sementara itu, Advisor JAPFA Feed Cirebon, Dwi Priyastoko, menegaskan bahwa kegiatan Bank Sampah Berkah Mulya dan Gerakan Perempuan Nusantara merupakan bentuk nyata dukungan JAPFA terhadap program kebersihan Pemerintah Kota Cirebon.

“Kegiatan ini senada dengan permintaan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, agar JAPFA ikut mendukung upaya membersihkan Kota Cirebon dari persoalan sampah,” ungkap Dwi.

Ia berharap edukasi pengelolaan sampah organik tersebut mampu menumbuhkan gerakan swadaya masyarakat yang berkelanjutan, terutama di kalangan komunitas perempuan.

“Harapannya bukan sekadar mendukung program pemerintah, tetapi juga memicu perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan,” tambahnya.

Salah satu peserta pelatihan, Dwi Erni, mengaku tertarik untuk langsung mempraktikkan pembuatan ecoenzyme secara mandiri setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Setelah pelatihan ini saya ingin coba bikin ecoenzyme sendiri. Bahan bakunya banyak di sekitar tempat saya jualan ayam, ternyata manfaatnya banyak dan cara membuatnya juga mudah,” ujarnya.

Meski datang terlambat karena harus berjualan terlebih dahulu, Dwi mengaku tetap bisa mengikuti materi dengan baik karena pelatihan lebih banyak diisi praktik langsung.

“Pelatihannya mudah dipahami dan praktiknya banyak, jadi lebih gampang dipelajari,” katanya.

Melalui pelatihan ecoenzyme dan sabun cair organik ini, JAPFA berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat. Selain membantu mengurangi timbunan sampah organik, program tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru berbasis lingkungan bagi perempuan di Kota Cirebon.***