CIREBON — Ma’had Aly Mu’allimin Mu’allimat menggelar wisuda perdana sebagai tonggak penting dalam penguatan pendidikan tinggi berbasis pesantren, khususnya dalam pengembangan keilmuan Falak dan Astronomi di Indonesia.
Momentum bersejarah ini menjadi penanda lahirnya lulusan-lulusan yang diharapkan mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu falak, riset astronomi Islam, serta pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.
Acara wisuda berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dari kalangan akademisi dan pejabat Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kehadiran para narasumber dan tamu kehormatan menjadi bukti besarnya perhatian terhadap penguatan pendidikan pesantren, khususnya Ma’had Aly sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan berbasis pesantren.
Mudir Ma’had Aly Mu’allimin Mu’allimat, H. Muhamad Ismail, Lc., MA, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda perdana tersebut.
Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika, para dosen, dewan Masayikh, serta dukungan berbagai pihak dalam membangun tradisi akademik yang unggul.
“Ma’had Aly Mu’allimin Mu’allimat berkomitmen untuk terus melahirkan lulusan yang memiliki kedalaman ilmu keislaman sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang ilmu falak dan astronomi,” tegasnya, Jumat (10/7/2026).
Para wisudawan diharapkan menjadi ulama, akademisi, dan peneliti yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa.
Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsudin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya wisuda perdana tersebut. Ia menilai Ma’had Aly memiliki posisi strategis dalam memperkuat tradisi keilmuan Islam di Indonesia melalui pendekatan akademik yang tetap berakar pada khazanah pesantren.
Menurutnya, pengembangan ilmu falak merupakan salah satu bidang penting yang perlu terus didorong karena memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan umat Islam, mulai dari penentuan waktu ibadah, arah kiblat, hingga penetapan kalender Hijriah.
“Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dan riset di lingkungan Ma’had Aly menjadi bagian dari upaya membangun pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Ilmu Falak Asia Tenggara, Prof. Dr. Ahmad Izzudin, M.Ag, menekankan pentingnya regenerasi ahli falak di Indonesia. Menurutnya, wisuda perdana ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem keilmuan falak dan astronomi yang mampu bersaing di tingkat regional maupun internasional.
“Kami berharap para lulusan dapat terus mengembangkan penelitian, memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan dan observatorium, serta menjadi bagian dari pengembangan ilmu falak yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Dekan Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Ulfiah, M.Si, turut memberikan apresiasi atas capaian Ma’had Aly Mu’allimin Mu’allimat. Menurutnya, pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan karakter, integritas, dan kepemimpinan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting bagi lulusan dalam mengabdi kepada masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Ma’had Aly Direktorat Pesantren Kementerian Agama RI, Dr. Mahrus El-Mawa, M.Ag, menyampaikan bahwa pemerintah terus berkomitmen memperkuat eksistensi Ma’had Aly sebagai lembaga pendidikan tinggi pesantren yang unggul. Ia berharap lahirnya lulusan perdana ini menjadi awal dari peningkatan kualitas akademik, penguatan riset, serta pengembangan berbagai bidang keilmuan strategis, termasuk ilmu falak dan astronomi.
Wisuda perdana Ma’had Aly Mu’allimin Mu’allimat tidak hanya menjadi momen akademik bagi para lulusan, tetapi juga menjadi simbol semakin kuatnya kontribusi pesantren dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Melalui dukungan pemerintah, akademisi, dan komunitas ilmu falak, Ma’had Aly diharapkan terus melahirkan generasi ulama dan cendekiawan yang mampu mengintegrasikan tradisi keilmuan Islam dengan perkembangan sains modern demi kemajuan bangsa dan peradaban.***











