CIREBON – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon menargetkan sebagian pekerjaan berjalan pada triwulan pertama.
Kepala DPUTR Kota Cirebon Rachman Hidayat mengatakan, progres pekerjaan tersebut terkendala karena adanya efisiensi.
“Tapi sebetulnya di sini, untuk infrastruktur tidak ada efisiensi, bahkan kita dorong untuk segi infrastruktur untuk segera terealisasi,” katanya, Selasa (4/3/2025).
Dirinya melanjutkan, untuk DPUTR sendiri melakukan efisiensi pada sektor perjalanan dinas, dan juga alat tulis kantor.
“Kita prioritaskan dan sudah teranggarkan itu Jalan Cipto, Ciremai Raya, kalau tidak salah ada 15 ruas jalan yang akan kita tangani pada triwulan pertama,” lanjutnya.
15 ruas jalan tersebut memakan anggaran sekitar Rp 7 miliar, anggaran tersebut belum termasuk pemeliharaan beberapa ruas jalan lainnya.
“Kita juga nantinya akan mendapatkan anggaran dari hasil efisiensi untuk perbaikan infrastruktur maupun drainase,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, proses pengerjaan beberapa ruas jalan sendiri memerlukan lelang dan memakan waktu satu bulan.
“Nanti sistem lelang itu akan berjalan selama satu bulan, nah kita baru mulai pekerjaan pada Bulan April,” ungkapnya.
Rachman memaparkan, untuk jumlah seluruh ruas jalan di Kota Cirebon sepanjang 159,72 km.
“Itu jalan sesuai dengan SK Wali Kota, dari jumlah tersebut, 94 persen jalan di Kota Cirebon dalam kondisi mantap, 6 persen dalam kondisi rusak ringan dan rusak berat,” paparnya.
Untuk ruas jalan dengan kondisi rusak ringan dan rusak berat sendiri membutuhkan anggaran Rp34 miliar.
“Kondisi paling parah itu ada di Harjamukti, nah untuk yang 6 persen itu ada 65 ruas jalan dengan rincian 38 ruas jalan rusak berat, 27 ruas jalan rusak ringan yang harus diperbaiki,” tutupnya.***(Sakti)











