CIREBON – Dalam upaya mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan saat arus mudik Lebaran 2025, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Cirebon menutup 77 titik U-turn di sepanjang Jalur Pantura Kabupaten Cirebon.
Keputusan ini diambil setelah evaluasi terhadap 146 U-turn yang membentang dari perbatasan Indramayu hingga Jawa Tengah. Hasilnya, 69 U-turn tetap dibuka, sementara sisanya ditutup guna memperlancar arus kendaraan.
Selain menutup U-turn, Satlantas Polresta Cirebon juga menyiapkan berbagai strategi untuk mengatur lalu lintas, termasuk pemasangan ribuan tolo-tolo dan water barrier di jalur arteri serta tol. Dari jumlah tersebut, sebanyak 902 unit akan difungsikan secara khusus untuk mengarahkan pergerakan kendaraan agar lebih tertib dan teratur.
Kasat Lantas Polresta Cirebon, Kompol Mangku Anom Sutresno, menegaskan bahwa keputusan ini telah disosialisasikan kepada masyarakat dan stakeholder terkait, seperti Dinas Perhubungan serta Dinas Perdagangan.
“Kami ingin memastikan bahwa rekayasa lalu lintas ini berjalan dengan baik. Oleh karena itu, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan agar masyarakat dapat menyesuaikan diri dengan perubahan jalur,” ujar Kompol Mangku Anom, Selasa (18/3/2025).
Lonjakan arus mudik diperkirakan mulai terjadi pada Jumat (21/3/2025), bertepatan dengan libur sekolah dan cuti bersama pegawai kantoran. Untuk mengantisipasi kepadatan, petugas di lapangan juga melakukan berbagai persiapan teknis, termasuk pengecatan ulang rambu-rambu lalu lintas di sejumlah titik strategis.
Bahkan, Kasat Lantas sendiri turun tangan membantu pengecatan rambu di Asrama Polisi (Aspol) Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Langkah ini menegaskan keseriusan kepolisian dalam memastikan kelancaran perjalanan para pemudik.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Meskipun ada perubahan rute akibat penutupan U-turn, langkah ini dilakukan demi kepentingan bersama.
“Kami harapkan masyarakat bisa memahami dan bekerja sama. Perjalanan mungkin sedikit lebih jauh, tetapi ini untuk menghindari kemacetan dan memastikan arus mudik tetap lancar,” pungkas Kompol Mangku Anom.*** (Didin)











