BeritaCirebon

Menko PM Muhaimin : Pesantren Berperan Penting dalam Pengentasan Kemiskinan dan Pemerataan Pendidikan

893
×

Menko PM Muhaimin : Pesantren Berperan Penting dalam Pengentasan Kemiskinan dan Pemerataan Pendidikan

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menyatakan pondok pesantren selalu memiliki peran penting dalam upaya pemerintah mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Menko Muhaimin mengatakan hal tersebut dapat dibuktikan melalui sejarah pesantren yang selalu menjadi jembatan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan.

Hal ini ia sampaikan dalam acara Rembug Warga Koordinasi Pemberdayaan

Masyarakat dalam Pengentasan Kemiskinan di Ponpes Gedongan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (17/7/2025).

“Sudah terbukti berabad-abad lamanya pesantren didirikan untuk lapisan siapapun, baik yang mampu maupun yang tidak mampu ditampung di sini,” kata Menko Muhaimin dalam keterangan tertulis.

“Pesantren punya sejarah menjadi pusat tampungan orang-orang yang tidak berdaya atau orang miskin,” sambungnya.

Menko Muhaimin menjelaskan salah satu upaya pengentasan kemiskinan yang selalu konsisten dilakukan pesantren adalah menjadi lembaga pendidikan yang terbuka bagi masyarakat miskin.

Menko Muhaimin menegaskan pemberian akses pendidikan tanpa diskriminasi itu krusial dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat.

“Salah satu cara memotong rantai kemiskinan itu pendidikan, pemberian akses pendidikan oleh pesantren sudah terbukti dari dulu,” ujarnya.

Tak hanya itu, Menko Muhaimin mendorong pesantren agar terus naik kelas dengan tak lagi hanya sekadar menjadi lembaga pendidikan untuk masyarakat.

Menko Muhaimin menyatakan pesantren harus naik kelas menjadi pusat pemberdayaan masyarakat demi mempercepat upaya pengentasan kemiskinan.

Salah satunya, dengan mencontoh Pondok Pesantren Gedongan yang telah memiliki Lembaga Pelatihan Kerja untuk melatih masyarakat menjadi lebih berdaya dan mandiri.

Terlebih, kata Menko Muhaimin, Inpres 8/2025 yang diamanahkan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar seluruh pihak terlibat aktif dalam upaya mengentaskan kemiskinan.

“Mari kita push lagi, perbanyak lagi, sehingga seluruh santri-masyarakat di sekitar juga menikmati peningkatan kualitas,” ujar dia.

Di sisi lain, Menko Muhaimin mengaskan Kemenko PM akan terus mendukung upaya pesantren untuk naik kelas dan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.

Menko Muhaimin mengatakan dukungan ini penting agar target kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2026 dapat terwujud melalui peran aktif pesantren.

Rembug Warga Menko Muhaimin di Cirebon dihadiri antara lain Bupati Cirebon Imron Rosyadi, Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda dan pimpinan Ponpes. Selain itu hadir pula berbagai lembaga pemerintah terkait, agar berbagai hambatan dan upaya pemberdayaan langsung ditindaklanjuti.***