CIREBON — Kekhawatiran terhadap maraknya aktivitas remaja di malam hari mendorong Anggota DPRD Kota Cirebon, Anton Octavianto, angkat suara.
Ia mengingatkan para orang tua untuk tidak lengah dan memastikan anak-anak berada di rumah pada jam-jam rawan, yakni pukul 22.00 hingga 04.00 WIB.
Menurut Anton, rentang waktu tersebut kerap menjadi titik rawan munculnya berbagai potensi kenakalan remaja, mulai dari nongkrong tanpa arah, konvoi kendaraan, hingga tindakan yang berujung kriminalitas. Karena itu, pengawasan dari keluarga dinilai sebagai benteng pertama yang tak tergantikan.
“Pastikan anak-anak berada di rumah. Ini bukan sekadar imbauan, tapi langkah nyata melindungi mereka dari pergaulan yang bisa menjerumuskan,” tegasnya, Jumat (17/4/2026).
Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai, meningkatnya aktivitas remaja di malam hari tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Peran orang tua dan lingkungan sekitar justru menjadi faktor penentu dalam mencegah anak-anak terlibat dalam hal negatif.
Ia mengingatkan, tanpa pengawasan yang cukup, remaja berisiko tidak hanya menjadi korban, tetapi juga pelaku kejahatan jalanan.
“Pencegahan paling efektif dimulai dari rumah. Orang tua harus hadir, bukan hanya secara fisik, tapi juga dalam perhatian dan pengawasan,” ujarnya.
Anton pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama menciptakan suasana yang aman dan kondusif bagi generasi muda di Kota Cirebon.
Sinergi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah dinilai menjadi kunci untuk menekan angka kenakalan remaja.
“Kalau semua pihak saling peduli dan terlibat,
kita bisa menjaga anak-anak kita tetap aman, sekaligus menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman bagi siapapun,” pungkasnya.***











