CIREBON – Wacana gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk melakukan tes urine kepada pelajar SMA dan SMK disambut positif oleh SMA Negeri 2 Cirebon.
Wakil Kepala Sekolah Deddy Setiawan mengaku, sangat terbuka dan siap untuk mendukung aturan tersebut.
“Ini dilakukan sebagai pencegahan kepada peserta didik agar tidak terjerat kepada hal-hal yang tidak baik,” katanya, Jumat (14/8/2026).
Sebelum wacana tersebut diungkapkan, pihaknya sudah terlebih dahulu melakukan tes urine kepada beberapa siswanya.
“Jadi beberapa tahun lalu itu kita selalu melakukannya secara rutin ya setiap tahun ketika masih ada komite sekolah, bahkan ketika anaknya tidak bisa ya kita antar langsung ke BNN,” lanjutnya.
Deddy mengungkapkan, memang sempat terjadi anak ketika menjalankan tes urine mereka gugup, namun setelahnya baik-baik saja.
“Anak itu kalau mau tes urine keringat dingin, bahkan ada yang urinenya tidak keluar jadi kita tunggu bisa sampai 4 jam baru keluar,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, ketika ada yang positif pihak sekolah sendiri akan berkomunikasi dengan siswa maupun orang tua siswa.
“Kita tidak akan langsung menjustifikasi anak itu pakai narkoba segala macam, siapa tau dia habis minum obat sakit kepala atau sebagainya, jadi kita berkomunikasi dahulu dengan siswa dan orang tuanya secara tertutup ya,” jelasnya.
Pihaknya sudah bekerja sama dengan BNN untuk tidak mempublikasikan nama siswa atau siswi tersebut dengan siapapun.***(Sakti)











