CIREBON – Kondisi pelayanan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati menjadi perhatian Komisi III DPRD Kota Cirebon. Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pada Rabu (30/9/2026), legislatif menemukan sejumlah persoalan yang dinilai perlu segera ditindaklanjuti, mulai dari ketersediaan obat hingga kondisi alat kesehatan.
Sidak dilakukan Komisi III DPRD Kota Cirebon untuk melihat secara langsung kondisi pelayanan di rumah sakit milik daerah tersebut. Peninjauan dilakukan di sejumlah unit pelayanan, di antaranya Instalasi Gawat Darurat (IGD), radiologi, hingga poliklinik.
Tak hanya melihat fasilitas, anggota Komisi III juga berdialog langsung dengan dokter spesialis dan tenaga medis. Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi pelayanan sekaligus berbagai kendala yang dihadapi petugas saat memberikan pelayanan kepada pasien.
Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Yusuf MPd, mengatakan sidak tersebut penting dilakukan agar DPRD tidak hanya menerima informasi dari jajaran manajemen rumah sakit, tetapi juga mendengar langsung kondisi dari tenaga medis yang berada di lapangan.
“Kami datang langsung ke lapangan untuk memastikan bagaimana kondisi pelayanan di RSD Gunung Jati. Kami mendatangi sejumlah unit pelayanan, termasuk IGD dan poliklinik, serta berdialog dengan dokter spesialis dan tenaga medis,” ujar Yusuf.
Dari hasil peninjauan dan dialog tersebut, Komisi III mendapatkan sejumlah informasi terkait kendala yang berpotensi memengaruhi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah ketersediaan obat di RSD Gunung Jati.
Yusuf menyebut, berdasarkan keterangan yang disampaikan tenaga medis, terdapat sejumlah jenis obat yang semestinya tersedia untuk menunjang pelayanan pasien, namun dalam beberapa bulan terakhir mengalami kekosongan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD karena ketersediaan obat merupakan salah satu kebutuhan penting dalam menunjang proses pengobatan dan pelayanan kepada pasien.
“Yang menjadi catatan kami, persoalan ini tidak hanya menyangkut satu hal. Ada masalah ketersediaan obat, kemudian kelayakan alat kesehatan dan perawatannya. Kondisi seperti ini tentu harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Selain obat, Komisi III juga menyoroti kelayakan dan pemeliharaan alat kesehatan yang digunakan dalam pelayanan. Menurut Yusuf, sarana dan prasarana medis perlu dipastikan dalam kondisi layak sehingga dapat menunjang dokter maupun tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan.
Persoalan tersebut, lanjut dia, tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah Kota Cirebon dinilai perlu mengambil langkah konkret untuk memastikan berbagai kendala yang ditemukan di RSD Gunung Jati dapat segera diselesaikan.
Yusuf juga menilai Wali Kota Cirebon Effendi Edo perlu mengetahui secara langsung kondisi pelayanan di rumah sakit tersebut.
Dengan mengetahui kondisi riil di lapangan, pemerintah daerah diharapkan dapat menentukan langkah pembenahan yang sesuai dengan kebutuhan rumah sakit, tenaga medis, maupun pasien.
“Penyelesaian persoalan RSD Gunung Jati membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh pihak yang memiliki kewenangan. Upaya pembenahan perlu dilakukan secara menyeluruh agar berbagai kendala yang memengaruhi pelayanan dapat segera diatasi,” katanya.
Komisi III DPRD Kota Cirebon berharap berbagai persoalan yang ditemukan dalam sidak tersebut dapat segera ditindaklanjuti. Terlebih, RSD Gunung Jati merupakan salah satu fasilitas kesehatan rujukan yang memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya.
DPRD menegaskan, persoalan internal rumah sakit jangan sampai berdampak pada hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak dan aman.
Karena itu, pembenahan terhadap ketersediaan obat, kelayakan alat kesehatan, serta pemeliharaan fasilitas medis dinilai menjadi bagian penting yang perlu segera mendapatkan perhatian.
“Pembenahan ketersediaan obat, kelayakan alat kesehatan, serta pemeliharaan fasilitas medis menjadi bagian penting yang perlu segera ditindaklanjuti demi menjaga kualitas pelayanan kesehatan di Kota Cirebon,” pungkas Yusuf.***











