CIREBON – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon menunjukkan kepedulian terhadap dua siswi SMP Negeri 11 Kota Cirebon yang menjadi korban kebakaran rumah di Jalan Cendrawasih, Penggung Utara.
Dua siswi tersebut, Adara dan Zahra, mendapat bantuan dari Disdik Kota Cirebon bersama para guru sebagai bentuk dukungan agar keduanya tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setelah musibah yang menghanguskan rumah mereka.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Handi Sogiyanto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk keprihatinan sekaligus kepedulian jajaran pendidikan Kota Cirebon terhadap kondisi yang dialami kedua siswi tersebut.
“Kita urunan bersama guru-guru. Kita serahkan tadi uang tunai senilai Rp6 juta sebagai dukungan untuk Adara dan Zahra,” ujar Handi, Jumat (14/8/2026).
Tak hanya bantuan uang tunai, Disdik Kota Cirebon juga memastikan kebutuhan pendidikan kedua siswi tetap terpenuhi. Pihak sekolah diminta memberikan dukungan, termasuk mengganti seluruh seragam sekolah yang ikut terbakar.
“Untuk kebutuhan sekolah, saya minta pihak sekolah memfasilitasi. Termasuk seragam sekolah semuanya sudah diberikan secara gratis, baik putih biru, pramuka maupun baju olahraga,” tuturnya.
Handi mengungkapkan, musibah kebakaran tidak menyurutkan semangat Adara dan Zahra untuk tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Keduanya tetap berangkat sekolah dan mengikuti pembelajaran seperti biasa. Bahkan, Adara yang rumahnya terbakar habis disebut masih mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
“Memang untuk Adara sendiri agak sedikit trauma karena rumahnya seluruhnya terbakar. Tapi dia tetap bersekolah. Bahkan keesokan harinya setelah kebakaran, dia berangkat menggunakan baju olahraga,” ungkap Handi.
Menurutnya, semangat kedua siswi tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi lingkungan sekolah. Karena itu, dukungan tidak hanya diberikan dalam bentuk materi, tetapi juga pendampingan agar mereka dapat kembali menjalani aktivitas pendidikan dengan baik.
Sementara itu, orang tua Zahra, Nur Janah, menceritakan detik-detik dirinya mengetahui rumahnya terbakar.
Saat kejadian, Nur baru pulang bekerja sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam perjalanan pulang, ia mengaku sempat memiliki firasat kurang baik.
“Di jalan itu memang sudah punya firasat tidak enak. Pas sampai di gang, tetangga ada yang bilang rumah saya kebakaran. Di situ saya langsung lemas,” ungkapnya.
Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Api kemudian merambat ke tabung gas yang berada di dapur, tepat di bawah lokasi korsleting listrik, sehingga api dengan cepat membesar dan menghanguskan rumah.
Setelah api berhasil dipadamkan, Nur mendapati hampir seluruh barang milik keluarganya telah ludes terbakar.
“Setelah padam, saya melihat rumah saya, barang-barang sudah kosong. Termasuk uang tunai sekitar Rp60 juta dan emas senilai Rp8 juta,” jelasnya.
Pasca kebakaran, Nur bersama keluarganya masih berupaya membersihkan dan membereskan puing-puing rumah yang terbakar.
Di tengah kondisi tersebut, bantuan dari Dinas Pendidikan Kota Cirebon, para guru, dan pihak sekolah diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memberikan semangat kepada Adara dan Zahra untuk tetap melanjutkan pendidikan.
Langkah Disdik Kota Cirebon tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian lingkungan pendidikan terhadap siswa yang tengah menghadapi musibah, sekaligus memastikan kondisi ekonomi dan kehilangan akibat kebakaran tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk terus bersekolah.***











