BeritaCirebon

Menuju Generasi Sehat dan Berkualitas, Pemkot Cirebon Perkuat Pencegahan Stunting

882
×

Menuju Generasi Sehat dan Berkualitas, Pemkot Cirebon Perkuat Pencegahan Stunting

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka stunting melalui intervensi yang dimulai dari lingkungan keluarga. 

Upaya tersebut dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai sektor, sebagai bagian dari langkah mewujudkan generasi Kota Cirebon yang sehat, tumbuh optimal, dan berkualitas.

Wakil Walikota Cirebon Siti Farida Rosmawati mengatakan, penanganan stunting sendiri membutuhkan keterlibatan semua pihak, karena berkaitan dengan kualitas generasi di Kota Cirebon. 

“Ini adalah ancaman nyata terhadap kualitas, kecerdasan, dan produktivitas generasi Kota Cirebon di masa depan,” katanya. 

Dalam perjalanan penanganan stunting tersebut, Pemerintah Kota Cirebon berusaha menurunkan angka stunting dari tahun ke tahun. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cirebon, angka stunting pada semester pertama tahun 2026 sebesar 14,13 persen, persentase tersebut jauh menurun dibandingkan dengan tahun 2023 lalu di angka 19,9 persen. 

“Kita targetkan tahun ini angka tersebut menurun ke 13,05 persen, tapi memang harus bekerja ekstra dan tidak bisa dengan cara-cara yang biasa saja,” tuturnya. 

Untuk mengatasi stunting, Pemerintah Kota Cirebon melakukan beberapa cara yakni memastikan intervensi tepat sasaran, terutama bagi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita yang memiliki risiko stunting. 

Selain itu pihaknya melakukan pemutakhiran data agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Terdapat 10 poin dari 12 poin intervensi kesehatan yang melampaui target. 10 poin tersebut diantaranya skrining anemia remaja putri tercapai 95,34 persen dari target 75 persen, dan konsumsi Tablet Tambah Darah oleh remaja putri mencapai 92,9 persen dari target 65 persen. 

Pemeriksaan kehamilan (ANC) enam kali mencapai 44,4 persen dari target 40 persen, konsumsi suplemen gizi ibu hamil mencapai 50,59 persen dari target 48 persen, dan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil KEK mencapai 67,76 persen dari target 42 persen.

Untuk balita sendiri pemantauan pertumbuhan (D/S) mencapai 94,47 persen dari target 80 persen, bayi di bawah 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif mencapai 75,52 persen dari target 73 persen, dan anak usia 6 sampai 23 bulan yang mendapat MP-ASI beragam mencapai 93,98 persen dari target 73 persen.

Pelayanan tata laksana gizi buruk pada balita serta cakupan kelurahan bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) bahkan sudah mencapai 100 persen. 

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Cirebon, Sutikno mengatakan Pemerintah Kota Cirebon masih perlu mengejar dia intervensi yakni pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang yang baru mencapai 29,82 persen dari target 32,5 persen, dan cakupan imunisasi lengkap bagi baduta yang baru mencapai 30,5 persen dari target 35 persen.

“Dukungan pemerintah pusat melalui program MBG untuk kelompok penerima manfaat 3B, yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, turut menjadi bagian dari penguatan pemenuhan gizi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” katanya. 

Pemkot Cirebon juga menjalankan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita bermasalah gizi melalui Puskesmas serta terus memperkuat edukasi kepada keluarga. 

“Upaya tersebut diarahkan agar pencegahan tidak dimulai ketika anak telah mengalami stunting, tetapi dilakukan sejak sebelum kehamilan hingga masa tumbuh kembang anak,” tutupnya.***(Sakti)