CIREBON – PT KAI Daop 3 Cirebon bersama dengan direksi pusat KAI meresmikan Jalur Perlintasan Langsung (JPL) di Desa Suci Kabupaten Cirebon.
Vice President KAI Daop 3 Cirebon Sigit Winarto mengatakan, pembangunan JPL baru tersebut bertujuan memberikan peningkatan keselamatan di jalan raya terutama di jalan kereta api.
“Ini merupakan program nasional, untuk di Daop 3 sendiri terdapat 27 titik pemasangan JPL yang tersebar diberbagai daerah termasuk Karawang, dan juga Subang,” katanya, Kamis (15/10/2026).
Ia mengungkapkan, Kabupaten Cirebon yang mendapatkan porsi paling banyak untuk pembangunan JPL baru diantara daerah lainnya.
“Untuk di Kabupaten Cirebon sendiri terdapat 18 titik JPL baru yang insyaallah kami pasang, nah sampai dengan saat ini posisi yang sudah berdinas terdapat 6 titik JPL,” ungkapnya.
Untuk di JPL Desa Suci sendiri yang sudah dipersiapkan antara lain, gardu sudah berdiri, peralatan palang pintu, termasuk penjaga palang pintu kereta api.
“Untuk penjaga palang pintu sendiri kita siapkan 108 orang untuk berjaga di 27 titik tersebut, dengan terbagi kedalam 4 shift selama 24 jam,” paparnya.
Terdapat evaluasi minor yang ada di JPL Suci sendiri antara lain, secara fungsi standar sudah berfungsi, air, dan listrik sudah menyala, dan komunikasi sudah berjalan.
“Memang tadi palang pintunya belum beroperasi, karena target kita hari ini sebenarnya gardu, fasilitas basic dan penjaganya, namun dari pemangku proyek palang pintunya sudah dipasang memang belum bisa beroperasi,” jelasnya.
Pihaknya menargetkan, seluruh JPL baru akan beroperasi pada akhir Desember 2026 sudah selesai seluruhnya.
“Bukan berarti ada paling pintu, sekaligus penjaga dijamin keselamatannya, kembali lagi kita mengimbau kepada masyarakat sekitar dan pengguna jalan tetap harus berhati-hati dalam perlintasan sebidang, kalau sirine sudah menyala tolong berhenti,” jelasnya.
Sigit juga berpesan kepada masyarakat untuk menjaga fasilitas yang sudah di bangun oleh PT KAI.
“Kami mohon untuk dijaga aset ini, karena bagaimanapun aset ini harus dijaga secara bersama-sama baik dari sisi eksistensi dan penjaganya harus dijaga,” tutupnya.***(Sakti)











