BeritaBisnis

32,7 Juta Investor Pasar Modal, BEI Ingatkan Pentingnya Pahami Risiko Investasi

902
×

32,7 Juta Investor Pasar Modal, BEI Ingatkan Pentingnya Pahami Risiko Investasi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Jumlah investor pasar modal Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga pertengahan Oktober 2026, total investor telah mencapai 32.723.392 Single Investor Identification (SID). Dari angka tersebut, sebanyak 10.301.974 SID tercatat sebagai investor saham.

Pertumbuhan ini menjadi sinyal semakin luasnya minat masyarakat untuk mengenal dan memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu instrumen investasi. Namun, peningkatan jumlah investor juga menghadirkan tantangan baru, yakni memastikan masyarakat memiliki pemahaman yang cukup sebelum mengambil keputusan investasi.

Scroll Untuk Lanjut Baca
Scroll Untuk Lanjut Baca

Bursa Efek Indonesia (BEI) pun terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi pasar modal. Salah satu langkah yang dilakukan melalui penyelenggaraan *Capital Market Summit & Expo* (CMSE) 2026 di Main Hall BEI, Jakarta, pada 5–7 November 2026.

Mengusung tema **“Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”**, kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh berbagai instrumen investasi, memahami potensi keuntungan, sekaligus mengetahui risiko yang menyertainya.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pertumbuhan jumlah investor perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas pemahaman masyarakat terhadap pasar modal.

Menurutnya, setiap investor harus memahami karakteristik produk investasi, menentukan tujuan keuangan, serta mengukur kemampuan menghadapi risiko sebelum menempatkan dana.

Ia menegaskan, investasi tidak hanya berkaitan dengan kecepatan seseorang memulai, tetapi juga membutuhkan persiapan dan konsistensi dalam mencapai tujuan keuangan.

“Seperti marathon, investasi bukan sekadar tentang seberapa cepat kita memulai atau seberapa jauh kita ingin melangkah, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan diri, menjaga ritme, dan tetap konsisten untuk mencapai tujuan,” ujar Jeffrey saat membuka CMSE 2026, Kamis (5/11/2026).

Jeffrey menjelaskan, setiap orang memiliki kondisi finansial, kemampuan, dan tujuan keuangan yang berbeda. Karena itu, pemilihan instrumen investasi harus disesuaikan dengan kebutuhan serta profil risiko masing-masing.

Pesan tersebut sejalan dengan kampanye #AkuInvestorSaham yang diluncurkan BEI sejak 10 Agustus 2023. Kampanye ini bertujuan membangun kebanggaan dan semangat inklusivitas agar masyarakat dari berbagai latar belakang semakin dekat dengan pasar modal.

CMSE 2026 sendiri diselenggarakan BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berbeda dari kegiatan edukasi biasa, CMSE 2026 menghadirkan rangkaian seminar, talk show, dan pameran yang memungkinkan masyarakat berinteraksi langsung dengan berbagai pelaku industri pasar modal.

Pada hari pertama, Kamis (5/11), agenda diisi dengan Opening Ceremony, Galeri Investasi BEI Award 2026, serta seminar utama bertajuk “Indonesia’s Economic & Investment Outlook”.

Memasuki Jumat (6/11), pengunjung akan mendapatkan informasi mengenai peluncuran Indonesia ESG Bond Index oleh PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI). Sejumlah sesi edukasi juga disiapkan, mulai dari perencanaan keuangan, pengenalan instrumen investasi hingga pasar modal syariah.

Sementara pada Sabtu (7/11), pembahasan akan mencakup Exchange-Traded Fund (ETF) Emas, pemanfaatan kecerdasan buatan atau *artificial intelligence* (AI) dalam industri keuangan, serta sesi inspiratif bersama figur publik dan atlet.

Untuk memperkenalkan ekosistem pasar modal secara lebih luas, penyelenggara juga menghadirkan 88 booth dengan lebih dari 100 tenant.

Peserta pameran berasal dari berbagai unsur industri, mulai dari OJK, SRO beserta anak usahanya, anggota bursa, manajer investasi, agen penjual efek reksa dana, perusahaan tercatat, hingga Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan.

Selain itu, turut berpartisipasi perusahaan binaan IDX Incubator, asosiasi pasar modal, serta sejumlah mitra lainnya.

Melalui pameran tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi secara langsung mengenai produk, layanan, dan peluang investasi yang tersedia di pasar modal Indonesia.

BEI juga memperluas jangkauan edukasi melalui rangkaian Road to CMSE 2026 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan industri pasar modal. Program ini menjadi bagian dari upaya menjangkau masyarakat yang lebih luas agar semakin memahami dunia investasi.

Dengan jumlah investor yang telah melampaui 32,7 juta SID, peningkatan literasi menjadi pekerjaan penting untuk menjaga pertumbuhan pasar modal yang sehat dan berkelanjutan.

BEI berharap masyarakat tidak hanya tertarik menjadi investor, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan yang memadai dalam menentukan pilihan investasi.

Melalui CMSE 2026, BEI ingin mendorong semakin banyak masyarakat mengambil langkah awal di pasar modal dengan perencanaan matang, pemahaman risiko, serta konsistensi dalam membangun masa depan keuangan.***