Dialog Pemilu

Pengamat: Ketiga Capres Harus Gali Konsep Kebijakan Luar Negeri dalam Debat Ketiga

558
×

Pengamat: Ketiga Capres Harus Gali Konsep Kebijakan Luar Negeri dalam Debat Ketiga

Sebarkan artikel ini
Capres nomor urut 1 Anies Baswedan (kanan), capres nomor urut 2 Prabowo Subianto (tengah), dan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo (kiri) berpegangan tangan usai beradu gagasan dalam debat pertama capres Pemilu 2024 di Gedung KPU RI, Jakarta, Selasa (12/12/2023). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU/aa)

JAKARTA – Pengamat hubungan internasional Universitas Padjadjaran Arfin Sudirman berharap ketiga capres bisa menggali konsep kebijakan luar negeri yang akan diterapkan pada debat ketiga capres 2024.

“Tidak hanya di ASEAN, tetapi juga di kawasan-kawasan lainnya, seperti Indo-Pasifik, Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Amerika,” kata Arfin dikutip dari ANTARA, Rabu (27/12/2023).

Dia pun berharap para panelis harus mampu menggali pemikiran masing-masing kandidat mengenai pandangan mereka terhadap kawasan tersebut dan keanggotaan Indonesia di berbagai organisasi internasional.

“Karena, selama ini, banyak pihak tidak hirau akan isu-isu hubungan internasional, karena dianggap terlalu elitis,” tambahnya.

Selain itu, Arfin juga berharap para panelis di debat ketiga nanti mampu menggali pemikiran dan pandangan para kandidat capres mengenai isu panas yang melibatkan Indonesia di tengah rivalitas antara Amerika Serikat dan China, baik di persaingan ekonomi maupun militer.

“Panelis juga harus mampu mengeksplorasi lebih dalam pandangan masing-masing kandidat mengenai posisi Indonesia yang dilematis di antara kedua negara kuat tersebut selama lima tahun yang akan datang, karena kemungkinan isu ini akan tetap panas dalam lima tahun yang akan datang,” jelasnya.
​​​​​​​
Dalam debat yang akan mengusung tema pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik itu, para kandidat harus menjelaskan pandangan mereka soal kebijakan dan strategi mitigasi ketahanan ekonomi Indonesia.
​​​​​​​
“Kandidat juga harus memiliki pandangan mengenai kebijakan dan strategi mitigasi ketahanan ekonomi Indonesia agar kuat dan durable (tahan lama) menghadapi dinamika geopolitik di luar negeri; seperti konflik Rusia dan Ukraina, kemungkinan konflik di Taiwan atau ancaman perang di kawasan lain, serta perlambatan ekonomi China dan negara-negara barat akibat perang dagang,” ujar Arfin.
​​​​​​​
Dia memprediksi seluruh capres akan memiliki pandangan serupa dalam mendukung Palestina terkait isu konflik antara Israel dan Palestina.
​​​​​​​
Diketahui, debat ketiga capres 2024 akan digelar KPU pada 7 Januari mendatang.*