Cirebon

UGJ Cirebon Tandatangani MoU, Mahasiswa Siap-siap Bisa Magang di Jepang

617
×

UGJ Cirebon Tandatangani MoU, Mahasiswa Siap-siap Bisa Magang di Jepang

Sebarkan artikel ini
Penandatangan MoU UGJ Cirebon dengan perusahaan Jepang yang bergerak di bidang penyaluaan tenaga kerja, Kamis (18/01/2024). Foto: Dialog/Intan

CIREBON– Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon melakukan penandatanganan kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan Jepang yang bergerak di bidang penyaluran tenaga kerja, BOSSHR Co., Ltd., pada Kamis (18/1/2024).

Wakil Rektor IV UGJ, Dr. Cita Dwi Rosita, M.Pd., mengatakan MoU tersebut merupakan tindak lanjut dari inisiasi Fakultas Pertanian untuk melakukan kerja sama dengan Lembaga Penyalur Tenaga Kerja (LPTK), BOSSHR.

Kerja sama tersebut sejalan dengan tujuan kolaborasi UGJ Cirebon dengan steakholder dalam menciptakan inovasi dan kesempatan kerja bagi para lulusannya di dunia industri.

“Kita telah signing MOU, maka selanjutnya PR bagi kami terkait tindak lanjut dari kerjasama yang ditandatangi hari ini untuk mewujudkan peluang yang ditawarkan. Tentunya harapan kami, smoga usaha-usaha ini dapat membari kebermanfaatan bagi mahasiswa dan lulusan UGJ,” kata Cita di Kampus 1 UGJ, Kamis (18/1/2024).

Meski diinisasi oleh Fakultas Pertanian, lanjut kata Cita, MoU tersebut juga membuka kesempatan bagi bidang lain mengingat disiplin ilmu yang beragam di UGJ.

Hal senada disampaikan oleh CEO BOSSHR Co., Ltd, Jiang Bo. Ia mengatakan bidang-bidang lain seperti, IT, konstruksi, dan penguatan bahasa Jepang dapat mengikuti program magang di Jepang atau Internship melalui perusahaan yang dipimpinnya.

Jiang Bo menjelaskan, program Internship tersebut dikategorikan berdasarkan periode masa magang yakni empat bulan, enam bulan, delapan bulan, hingga satu tahun.

Selain itu terdapat dua jenis program yakni program berbayar dan tidak berbayar. Dari kedua jenis tersebut, Pihaknya menawarkan jenis program berbayar di mana selain mendapat pengetahuan, pengalaman, dan pelatihan, mahasiswa juga akan menerima uang saku.

“internship ini tentunya bagus bagi mahasiswa sebelum lulus untuk mendapat ilmu, teknonolgi, dan pengalaman terlebih dahulu. Bagi kami dan universitas, internship ini menjadi penting karena berkaitan dengan pengembangan SDM yang lebih baik lagi ke depannya,” kata Jiang Bo.

Lebih lanjut, Jiang Bo memaparkan, program Internship dapat diikuti oleh mahasiswa yang setidaknya berada pada tahun kedua. Hal ini dikarenakan, mahasiswa perlu dibekali pengetahuan terkait bidangnya masing-masing. Selain itu, penguatan Bahasa Jepang juga perlu dilakukan, karena menjadi salah satu syarat untuk dapat magang ataupun bekerja di Jepang.

Kemudian, Jiang Bo menyampaikan, khusus untuk IT dan Konstruksi, dapat diikuti mahasiswa yang setidaknya telah berada di tahun ketiga dan keempat, mengingat skill dalam kedua bidang tersebut dinilai cukup kompleks dan memerlukan waktu yang lebih untuk dipersiapakan.

“Untuk alurnya sendiri, mahasiswa dapat melakukan penguatan Bahasa Jepang dan pengetahuannya terkait disiplin ilmunya terlebih dahulu di kampus selama 1 tahun, atau 2 tahun. Kemudian, baru magang di Jepang selama 4,6,8 bulan atau satu tahun. Setelah itu kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan kuliah, dan dapat kembali lagi ke Jepang untuk bekerja di tempat ia magang menggunakan visa pekerja,” kata dia.

Diakhir diskusi, Jiang Bo mengaku senang dapat bekerja sama UGJ Cirebon. Pihaknya akan berusaha sebaik mungkin agar mahasiswa UGJ mendapat kesempatan untuk bekerja di Jepang.*