CIREBON – Fokus program CIMB Niaga salah satunya UMKM, karena UMKM pendorong ekonomi nasional dan pada saat ekonomi krisis seperti pandemi Covid-19 lalu, UMKM kondisinya stabil. Hal tersebut diungkapkan Head of Region Jawa Barat dan Jawa Tengah CIMB Niaga Andiko Manik.
“Dalam hal ini yang kami inginkan bukan hanya penyaluran pembiayaan, tetapi benar-benar kami hadir untuk UMKM melalui program Kejar Mimpi,” ucapnya dalam kegiatan media gathering di Cirebon, Kamis (11/7/2024).
Melalui program itu, lanjutnya, CIMB Niaga dapat melakukan pendampingan, mentoring dan sejumlah pelayanan lainnya.
“Di region saya (Jawa Barat) sudah melakukan kegiatan di beberapa kota, ada Kejar Mimpi lokal berdaya. Ada juga ngobiz atau ngobrol biznis. Kami ajak UMKM juga dalam kegiatan itu, bukan hanya nasabah,” ungkapnya.
Bentuknya, kata Andiko, CIMB Niaga menghadirkan narasumber langsung dari pengalaman pengusaha yang tumbuh berhasil dalam bidang UMKM.
“UMKM ini paling penting selain modal adalah networking, yang di dalamnya ada penyuplai bahan dan pembeli produksinya. Itu kami hadirkan melalui program Kejar Mimpi,” ujarnya.
Dalam kesempatan lain, Vice Leader Kejar Mimpi CIMB Niaga Cirebon, Suci Ayunda Lestari mengatakan, Kejar mimpi merupakan komunitas yang di-inisiasi oleh Bank CIMB Niaga.
“Kejar mimpi ini menjadi wadah untuk anak muda mengembangkan diri sekaligus bertujuan untuk membantu masyarakat dengan membuat kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan 4 pilar (filantropi, pendidikan, lingkungan dan sosial ekonomi),” jelasnya kepada Dialog Indonesia, Kamis (18/7/2024).
Suci menjelaskan, kegiatannya antara lain, untuk UMKM, yang masuk kepada pilar sosial ekonomi.
“Kami biasanya membuat kegiatan mengenai UMKM/kesadaran keuangan dan sejenisnya. Untuk di Cirebon ini kami sudah menyambangi UMKM Bakpia Atom Kabupaten Cirebon, yang merupakan program kami di tahun 2023-2024,” jelasnya.
Selain itu, ditambahkan Suci, ada juga workshop strategy and productivity elevation berupa sertifikasi halal/pemberian legalitas, kemudian kegiatan world environment public discussion.
“Kami memberikan wadah bagi para pelaku UMKM untuk menjual produknya dalam diskusi publik sehubungan dengan hari lingkungan dan progam Bina Desa yakni sosialisasi digital marketing dengan marketplace,” katanya.***









