BeritaCirebon

Bawakan Kisah Penjaga Situs Kalijaga, Jasmine Aulia Sabet Juara 1 FLS3N Nasional

880
×

Bawakan Kisah Penjaga Situs Kalijaga, Jasmine Aulia Sabet Juara 1 FLS3N Nasional

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Setelah meraih juara pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat provinsi Jawa Barat, Jasmine Aulia kali ini menyabet juara 1 tingkat nasional dalam ajang FLS3N pada bidang mendongeng.

Scroll Untuk Lanjut Baca
Scroll Untuk Lanjut Baca

Jasmine sendiri merupakan siswa SMP Negeri 1 Kota Cirebon dan saat ini menginjak kelas 9.

Dalam ajang tersebut Jasmine sendiri membawakan cerita 99 kera santri penjaga situs Kalijaga. Cerita tersebut berbeda dengan cerita yang dibawakannya pada ajang FLS3N tingkat provinsi Jawa Barat yakni Nyi Mas Gandasari.

“Perasaannya sangat senang dan masih tidak menyangka sih, karena itu pengumuman kan lewat zoom tapi dari peringkat 3 sampai 2 itu nama aku ga ada dan sempat hopeless, tapi tidak menyangka ternyata juara satunya aku,” katanya, Senin (5/10/2026).

Dirinya mengaku tidak mengalami kendala saat dilakukan pengambilan video saat dirinya mendongeng.

“Tidak ada sih aman aja, karena memang ada pengambilan video untuk pemantapan, jadi biar lebih santai saja sih,” lanjutnya.

Setelah lulus SMP, Jasmine sendiri akan beralih ke bidang monolog dikarenakan hampir sama dengan mendongeng.

“Untuk suka monolog sendiri sudah lama, dahulu juga sempat ikut lomba puisi aku juga tertarik dengan cerita yang bisa lebih menghayati, karena pada monolog itu harus dengan perasaan yang dalam dan harus sampai ke penonton,” paparnya.

Sementara itu, orang tua murid Yuni Asih mengaku bangga dengan prestasi anaknya, dan masih tidak mempercayai bisa juara pertama tingkat nasional.

“Kebetulan Jasmine itu dari SD kelas 3, pertama kali saya sadar itu ketika dia suka bercerita setelah membaca buku atau setelah menonton televisi,” katanya.

Ia mengaku anaknya belajar mendongeng secara otodidak dan tidak ada kursus tertentu.

Dirinya juga selalu mengingatkan untuk tetap menjaga pelajaran akademiknya di sekolah dan jangan lupa belajar.

“Memang mengganggu apalagi banyak dispensasi, tapi saya selalu ingatkan untuk bertanya kepada teman untuk pembelajaran di sekolah, atau bertanya kepada guru mata pelajarannya masing-masing,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Ade Cahyaningsih mengatakan, prestasi yang dicetak oleh para siswa yang ada di Kota Cirebon sudah melampaui target dari Pemerintah Kota Cirebon.

“Memang target kita itu, Kota Cirebon harus menunjukkan mampu dan bisa bersaing, dan harus menunjukkan Kota Cirebon bukan kota yang bisa dianggap sepele oleh siapapun,” paparnya.

Pemerintah Kota Cirebon sendiri selalu memberikan dukungan standar pelayanan minimal dan juga memberikan dukungan kepada ASN yang membidangi untuk memberikan penanganan yang tepat.

“Prestasi ini patut disyukuri, patut dijadikan sisi yang membuat kita bahagia, ada beberapa hal yang harus kita lakukan terutama pembibitan yang lebih terstruktur dan sistematis,” jelasnya.

Ade mengungkapnya, terkait dengan regenerasi sendiri sudah dilaksanakan, namun memang harus lebih terstruktur.

“Memang kita sudah lakukan upaya dengan cara melakukan perlombaan yang sudah diatur kelas dan usianya, tapi memang harus terstruktur lagi, nah yang juara harapan tingkat nasional dan provinsi itu memang sudah ada namun belum kita tampilkan,” tutupnya.***(Sakti)