BeritaBisnisHiburanOlahraga

Ceker Cup 2026: Turnamen Sepak Bola Lumpur Paling Autentik di Indonesia

986
×

Ceker Cup 2026: Turnamen Sepak Bola Lumpur Paling Autentik di Indonesia

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Di tengah gempuran modernitas stadion megah dan rumput sintetis, sebuah fenomena unik lahir dari jantung Kabupaten Cirebon. 

Warung Kopi Manis (WKM) Group kembali mengukuhkan diri sebagai pionir hiburan rakyat yang out-of-the-box lewat gelaran Ceker Cup 2026 Series Ketiga.

Ini bukan sekadar turnamen bola biasa. Inilah satu-satunya ajang kompetisi yang memaksa pesertanya menanggalkan sepatu bermerek demi merasakan sensasi “nyeker” (tanpa alas kaki) di atas kanvas lumpur sawah yang menantang.

Berlokasi di Lapangan Sepak Bola Masa Lalu, Jalan Ir. Soekarno, Kecamatan Talun, turnamen ini menghadirkan level kesulitan yang tidak akan ditemukan di kompetisi mana pun. 

Sebanyak 16 tim elit kampung harus beradu fisik dan keseimbangan di medan yang licin dan tak terduga.

Pemilik WKM Group, Anton Octavianto, menegaskan bahwa Ceker Cup adalah upaya berani untuk melawan arus tren olahraga modern.

“Ceker Cup hadir sebagai antitesis olahraga profesional yang serba formal. Di sini, nilai tertingginya adalah memori dan kegembiraan masa kecil. Main bola di lumpur tanpa alas kaki adalah pengalaman langka yang hanya bisa ditemukan di sini,” ujar Anton, Sabtu (3/1/2026).

Mengapa Ceker Cup Begitu Ikonik?

Ada beberapa faktor yang membuat turnamen ini menyandang predikat “Satu-satunya yang Terunik”.

Format Tanpa Alas Kaki: Tidak ada sepatu bola berteknologi tinggi; hanya ketangguhan kaki telanjang yang diuji.

Medan Sawah Berlumpur: Lapangan yang berubah-ubah sesuai kondisi alam, menciptakan tantangan fisik dua kali lipat dibanding lapangan rumput.

Hadiah Anti-Mainstream: Melupakan trofi logam, Ceker Cup mempertahankan tradisi hadiah “hidup”. 

Sang juara akan memboyong satu ekor kambing, sementara pencetak gol terbanyak (top skor) berhak atas satu ekor ayam.

Turnamen yang digelar selama dua hari (3–4 Januari 2026) ini telah bertransformasi menjadi magnet wisata berbasis komunitas. 

Anton menambahkan, Ceker Cup adalah identitas budaya lokal yang dikemas secara kreatif untuk menarik wisatawan yang rindu akan suasana pedesaan yang jujur dan apa adanya.

“Ini adalah hiburan rakyat yang paling membumi. Kami ingin menunjukkan bahwa kebahagiaan itu sederhana, cukup dengan lumpur dan kebersamaan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pembuakaan Ceker Cup 2026, Kuwu Desa Kecomberan Kecamatan Talun, Mastur Hidayat yant mengapresiasi dan mengucapkan selamat ulang tahun ke-6 untuk WKM.

“Selamat ulang tahun ke-6 WKM, semoga berkah dan sukses selalu,” ungkapnya.***