CIREBON – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Cirebon menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi komunikasi dan koordinasi di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon yang dinilai semakin tidak harmonis.
KNPI menilai disharmoni antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang kini menjadi sorotan publik berpotensi menghambat percepatan pembangunan serta mengganggu stabilitas birokrasi di Kota Cirebon.
Ketua DPD KNPI Kota Cirebon, Jaka Permana, meminta kedua pimpinan daerah segera mengesampingkan ego sektoral dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Sudah saatnya duduk satu meja untuk membangun sinergi dan menjalankan visi Cirebon SETARA. Jangan sampai energi pemerintah habis hanya untuk persoalan internal,” tegas Jaka.
Menurutnya, kondisi komunikasi yang tidak berjalan baik di level pimpinan daerah dapat berdampak langsung terhadap jalannya birokrasi dan arah kebijakan pemerintahan.
“Bagaimana persoalan kota bisa diselesaikan kalau pemimpinnya saja lost communication. Ketidakharmonisan ini membuat birokrasi bingung menentukan arah kebijakan,” ujarnya.
KNPI juga menyoroti pentingnya pembagian tugas yang jelas, adil, dan proporsional antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota agar roda pemerintahan berjalan efektif.
Jaka menegaskan, Kota Cirebon saat ini menghadapi berbagai tantangan serius pasca pandemi dan dinamika ekonomi regional. Mulai dari persoalan infrastruktur, sampah, pengangguran hingga pelayanan publik membutuhkan kepemimpinan yang solid dan kompak.
“Masalah kota tidak akan selesai jika pemimpinnya sibuk dengan konflik internal. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kerja nyata dan kolaborasi,” katanya.
Dalam pernyataannya, KNPI Kota Cirebon juga melontarkan refleksi kritis terkait arah pembangunan Kota Cirebon ke depan.
“Kota Cirebon mau dibawa ke mana? Kalau koordinasi di level atas macet, maka pembangunan di akar rumput yang jadi korban,” ucapnya.
KNPI menegaskan bahwa kalangan pemuda tidak ingin melihat Kota Cirebon stagnan akibat kurangnya sinergi antarpemimpin daerah. Karena itu, KNPI mendesak adanya rekonsiliasi demi menjaga kondusivitas politik dan mempercepat pembangunan daerah.
“Pemuda butuh keteladanan, bukan tontonan ketidakserasian. Saatnya berkolaborasi, bukan saling mengunci,” tegas Jaka.
DPD KNPI Kota Cirebon pun menyatakan siap menjadi jembatan dialog antara pihak-pihak terkait demi terciptanya pemerintahan yang harmonis dan fokus pada kepentingan masyarakat.***











