CIREBON – Tepat 1 Muharram 1448 Hijriah Kota Cirebon genap berusia 599 tahun. Di kota seluas 39,46 km persegi tersebut berdiri sejarah panjang budaya dan juga modernisasi pembangunan yang telah di lakukan.
Semangat persatuan dan kolaborasi menjadi pesan utama dalam Upacara Peringatan Hari Jadi Cirebon ke 599 yang dilaksanakan di Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman berpesan seluruh unsur harus bersama-sama bahu membahu untuk membangun Cirebon.
“Saat ini Cirebon dalam track yang baik dibawah pimpinan pak walikota dengan indeks pembangunan di Cirebon mencapai 7,99 persen luar biasa, untuk pengangguran ada di angka 6,41 persen,” katanya, Selasa (16/6/2026).
Ia juga mengapresiasi atas perolehan peringkat pertama dalam pengendalian inflasi yang didapat dari Kementerian Dalam Negeri.
“Cirebon juga dapat mengendalikan inflasi dengan baik, sehingga harga-harga menjadi terjangkau, daya beli masyarakat juga terjaga, tentu kami bangga dari provinsi Jawa Barat,” jelasnya.
Herman menambahkan, Pemerintah Kota Cirebon harus bekerja lebih baik lagi terutama pada kasus penurunan angka kemiskinan.
“Saya yakin dibawah kepemimpinan pak Walikota Cirebon, dan dengan dukungan DPRD lalu juga masyarakat, manunggal winangun caruban, membangun itu harus superteam bukan superman,” tambahnya
Sementara itu, Walikota Cirebon Effendi Edo menegaskan, seluruh komponen harus bergabung bersama untuk membangun Kota Cirebon kearah yang lebih baik kedepannya.
“Tidak ada lagi ego sektoral, baik legislatif, eksekutif, masyarakat dan tokoh yang lainnya harus bersama dalam membangun Kota Cirebon,” katanya.
Semangat Manunggal Winangun Caruban yang menjadi tema hari jadi Cirebon ke 599 sendiri dibuktikan dengan torehan berbagai macam prestasi.
Selain memperoleh Penghargaan Terbaik Pertama Kategori Pengendalian Inflasi Daerah Tingkat Kota se-Jawa dan Bali, Kota Cirebon juga berhasil menerima Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat untuk yang ke-10 kalinya secara berturut-turut.
“Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi pemerintah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah selama satu dekade terakhir,” tegas Edo.
Di bidang kependudukan, Kota Cirebon memperoleh Penghargaan Capaian Rumah Data Kependudukan Paripurna di atas 100 persen dari BKKBN Provinsi Jawa Barat.
Sementara itu, di sektor kesehatan, Pemerintah Kota Cirebon menerima Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 dari Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan Republik Indonesia.
“Deretan capaian tersebut adalah produk dari Manunggal Winangun Caruban. Inflasi tidak bisa ditekan tanpa kerja sama pedagang pasar, Satgas Pangan dan TPID. WTP tidak bisa diraih tanpa pengawasan DPRD. Pendataan tidak akan tuntas tanpa partisipasi aktif warga,” tutupnya.***(Sakti)











