CIREBON – Pencegahan stunting menjadi konsentrasi Pemerintah Kota Cirebon saat ini, termasuk dengan Kelurahan Kesenden yang terus berupaya menurunkan angka stunting di wilayahnya.
Lurah Kesenden,Ruliyanto mengatakan, untuk Kelurahan Kesenden sendiri dari tahun 2022 sampai dengan 2024 mendatang sudah terlepas dari lokus tingkat Kota Cirebon.
“Alhamdulillah kita dari tahun lalu sudah lepas dari lokus stunting tingkat Kota Cirebon sendiri,” katanya, Rabu (4/10/2023).
Dirinya melanjutkan, lepasnya Kelurahan Kesenden dari lokus tersebut merupakan upaya dari seluruh stakeholder.
“Itu berkat koordinasi yang baik antara puskesmas, kelurahan dan saya juga mengapresiasi ibu-ibu kader yang selalu dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat,” lanjutnya.
Ia memaparkan, beberapa upaya dilakukan untuk mengurangi stunting dengan cara memberikan sembako bagi keluarga yang rawan stunting.
“Kita juga berusaha menggerakkan para pengusaha yang ada di wilayah kita, karena persoalan sosial dapat teratasi,” tuturnya.
Untuk saat ini sendiri angka stunting di Kelurahan Kesenden menurun dari yang sebelumnya 4 persen saat ini menjadi 3 persen.
“Memang sudah menurun sebanyak 3 persen, tapi di wilayah kita sendiri masih ada 32 anak yang mengidap stunting yang saat ini terus kita upayakan sembuh,” paparnya.
Kelurahan yang masih menjadi lokus stunting tingkat Kota Cirebon sendiri untuk tahun 2024 ada sebanyak 15 kelurahan.
15 kelurahan tersebut dia ntaranya, Argasunya, Pegambiran, Kalijaga, Harjamukti, Karyamulya, Kecapi, Drajat, Kasepuhan, Pulasaren, Kejaksan, Sukapura, Kebonbaru, Pekalipan, Lemahwungkuk, dan juga Pekiringan.*(Sakti)











