BeritaCirebon

OJK Cirebon Edukasi 700 PPPK Kota Cirebon, Waspada Pinjol Ilegal dan Judol

867
×

OJK Cirebon Edukasi 700 PPPK Kota Cirebon, Waspada Pinjol Ilegal dan Judol

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Kemudahan akses layanan keuangan digital membawa banyak manfaat, tetapi juga menyimpan sejumlah risiko yang perlu diwaspadai. Mulai dari pinjaman online (pinjol) ilegal, judi online (judol), investasi ilegal hingga penipuan digital, berbagai ancaman tersebut dapat muncul ketika masyarakat tidak memiliki pemahaman keuangan yang cukup.

Scroll Untuk Lanjut Baca
Scroll Untuk Lanjut Baca

Kondisi itu menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon melalui program KELINGAN (Kelas Literasi Keuangan). Kali ini, edukasi menyasar sekitar 700 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kota Cirebon.

Kegiatan yang digelar pada 10 September 2026 tersebut berlangsung secara hybrid, yakni secara tatap muka dan daring. Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris BKPSDM Kota Cirebon, Hj. Eriza, SE, M.Si., serta Plh. Kepala OJK Cirebon, Tesar Pratama.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya OJK Cirebon memperkuat literasi keuangan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya aparatur pemerintah, agar semakin cerdas dalam mengelola penghasilan dan mengambil keputusan finansial.

Dalam sambutannya, Tesar Pratama menegaskan bahwa literasi keuangan tidak sebatas mengetahui cara menabung atau mengenal berbagai produk jasa keuangan.

Menurutnya, literasi keuangan juga mencakup kemampuan seseorang dalam **merencanakan, mengelola penghasilan, memahami risiko, serta mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.

“Penghasilan yang diterima secara rutin perlu dikelola dengan perencanaan yang baik agar tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga dapat mendukung tujuan keuangan dan memberikan perlindungan bagi diri sendiri maupun keluarga,” ujar Tesar.

Pesan tersebut dinilai penting bagi PPPK yang telah memiliki penghasilan rutin. Dengan pengelolaan yang tepat, pendapatan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat dialokasikan untuk tabungan, dana darurat, kebutuhan keluarga maupun rencana keuangan jangka panjang.

Di tengah perkembangan teknologi finansial, Tesar juga mengingatkan peserta agar tidak terlena dengan kemudahan akses layanan keuangan digital.

Menurutnya, masyarakat harus semakin waspada terhadap berbagai modus yang menawarkan keuntungan instan atau kemudahan memperoleh uang dalam waktu singkat.

Beberapa risiko yang perlu diantisipasi antara lain pinjaman online ilegal, judi online, investasi ilegal dan penipuan digital.

Masyarakat diminta tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Sebelum menggunakan produk atau layanan jasa keuangan, masyarakat perlu memastikan legalitas penyedia serta memahami manfaat dan risiko yang ditawarkan.

“Kenali, pahami, dan pilih,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan OJK Cirebon agar masyarakat lebih berhati-hati sebelum mengambil keputusan finansial.

Melalui KELINGAN, para peserta mendapatkan berbagai materi mengenai pengelolaan keuangan yang sehat.

Materi tersebut antara lain menyusun skala prioritas kebutuhan, mengendalikan pengeluaran, membangun dana darurat, mengelola utang, hingga menyusun tujuan keuangan.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai karakteristik dan risiko berbagai produk jasa keuangan. Tidak kalah penting, edukasi juga diarahkan pada peningkatan kesadaran terhadap perlindungan data pribadi dan informasi perbankan.

Hal ini menjadi semakin relevan seiring maraknya modus penipuan digital yang memanfaatkan kelengahan masyarakat untuk mendapatkan data pribadi, kode akses, maupun informasi perbankan.

OJK Cirebon mendorong masyarakat agar tidak sembarangan memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipercaya.

Sementara itu, Sekretaris BKPSDM Kota Cirebon, Hj. Eriza, SE, M.Si., mengapresiasi pelaksanaan KELINGAN yang dinilai memberikan manfaat bagi para PPPK.

Menurut Eriza, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan secara sehat sangat penting karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan aparatur dan keluarganya.

Ia berharap edukasi tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Pengetahuan yang diperoleh para peserta diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus dibagikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Menurutnya, literasi keuangan tidak hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga dapat menciptakan efek yang lebih luas di tengah masyarakat.

KELINGAN merupakan salah satu upaya OJK Cirebon dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, baik di kalangan aparatur maupun masyarakat umum.

Melalui program tersebut, masyarakat tidak hanya didorong untuk mengenal produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga mampu memilih serta memanfaatkannya sesuai kebutuhan, kemampuan dan profil risiko masing-masing.

Penguatan literasi juga berjalan seiring dengan upaya perlindungan konsumen. Masyarakat diharapkan semakin kritis dalam menerima informasi, memastikan legalitas penyedia jasa keuangan, serta memahami risiko sebelum menggunakan suatu produk.

Di tengah maraknya layanan keuangan digital, kemampuan mengambil keputusan secara bijak menjadi semakin penting. Kesalahan dalam memilih layanan keuangan dapat berdampak panjang terhadap kondisi ekonomi seseorang maupun keluarganya.

Karena itu, OJK Cirebon terus mendorong masyarakat untuk menjadikan literasi keuangan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Melalui KELINGAN, OJK Cirebon menegaskan komitmennya menghadirkan edukasi keuangan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Cerdas mengelola penghasilan, bijak mengambil keputusan, dan waspada terhadap risiko keuangan diharapkan menjadi fondasi untuk membangun ketahanan finansial individu, keluarga, aparatur, hingga masyarakat Kota Cirebon secara lebih luas.***