BeritaCirebon

Polemik Pimpinan Kota Cirebon Disorot, Karang Taruna : Lebih Baik Fokus Visi Misi

564
×

Polemik Pimpinan Kota Cirebon Disorot, Karang Taruna : Lebih Baik Fokus Visi Misi

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Dinamika komunikasi antara Wali Kota Cirebon, Effendi Edo dan Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida menuai beragam tanggapan dari berbagai kalangan. 

Salah satunya datang dari Karang Taruna Kota Cirebon yang menilai persoalan tersebut sebaiknya tidak menjadi konsumsi publik.

Ketua Karang Taruna Kota Cirebon, Rian Hadi Saputra, meminta agar perbedaan pandangan antara kepala daerah dan wakil kepala daerah diselesaikan secara internal demi menjaga kondusivitas pemerintahan.

“Ibarat keluarga, masalah keluarga dibicarakan secara internal dan jangan sampai diketahui orang lain,” ujar Rian kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, dalam struktur pemerintahan daerah, wali kota memiliki peran utama sebagai pengambil kebijakan dan pemimpin jalannya roda pemerintahan. Sementara wakil wali kota bertugas membantu sesuai arahan kepala daerah.

“Apa yang dilakukan Wali Kota Cirebon sejauh ini sudah benar, karena tidak ada aturan yang mewajibkan setiap keputusan harus melalui persetujuan wakil wali kota,” katanya.

Rian menilai polemik yang mencuat ke publik lebih kepada persoalan komunikasi dan kesalahpahaman yang perlu disikapi secara bijak oleh kedua belah pihak. Ia juga menyebut mekanisme pemerintahan yang ditempuh saat ini masih berjalan sesuai prosedur.

“Saya melihat dari dua sisi yang berbeda. Menurut saya semua mekanisme juga sudah ditempuh dengan benar,” jelasnya.

Karang Taruna berharap hubungan komunikasi antara pimpinan daerah Kota Cirebon dapat diperbaiki agar tidak muncul saling serang di ruang publik. 

Rian menegaskan masyarakat saat ini lebih menunggu realisasi visi dan misi pemerintahan daerah dibanding polemik politik internal.

“Fokus mewujudkan visi misi karena itu yang ditunggu masyarakat Kota Cirebon,” tegasnya.

Sebelumnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Cirebon melontarkan kritik terhadap Wali Kota Cirebon terkait rotasi dan mutasi pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon. PKB menilai Wakil Wali Kota Cirebon tidak dilibatkan dalam pembahasan kebijakan strategis tersebut.

Sekretaris PKB Kota Cirebon, Ide Bagus Setiawan, menyebut peran wakil wali kota terkesan diabaikan dalam sejumlah pembahasan penting di pemerintahan.

“Peran wakil wali kota seolah-olah dihilangkan. Padahal seharusnya menjadi satu kesatuan yang tidak dipisahkan,” ujarnya.***