Scroll untuk baca artikel
Berita

Prokompim Kabupaten Cirebon Ingatkan Jurnalis Soal Branding Image Pimpinan

1455
×

Prokompim Kabupaten Cirebon Ingatkan Jurnalis Soal Branding Image Pimpinan

Sebarkan artikel ini
Capacity Building Prokompim Kabupaten Cirebon dengan tema Kolaborasi-Diseminasi-Informasi di Ramada Hotel, Yogyakarta. Foto: Dialog/Sarrah

YOGYAKARTA– Prokompim Kabupaten Cirebon dalam agenda Capacity Building bersama puluhan awak media mengingatkan kerja nyata jurnalis dalam membangun brand image pimpinan daerah, di Ramada Hotel, Yogyakarta, Selasa (31/10/2023).

Melalui agenda yang digelar selama tiga hari 29-31 Oktober tersebut Prokompim Kabupaten Cirebon juga mengajak untuk mengangkat sisi lain dari pimpinan daerah.

“Banyak hal yang bisa diangkat dari sosok pimpinan daerah bukan hanya agenda yang telah terjadwal, tapi sisi lainnya (human interest),” kata Kepala Bidang Prokompim Faisal Amir, dalam acara bertemakan Kolaborasi-Diseminasi-Informasi tersebut.

Ia berharap agar jurnalis bersinergi dengan pemerintah daerah Kabupaten Cirebon khususnya, mengingat fungsi media cukup vital.

“Fungsi media sangat vital, sebagus apapun karya kalau hanya disimpan tidak jadi apa-apa,” katanya.
Dalam Capacity Building ini juga Faisal turut mengulas film “SISKA” yang sukses mengangkat cerita film lokal asli Cirebon, rencananya film tersebut dalam penawaran memasuki tv online.

Faisal Amir mengungkapkan film ini harus menjadi sebuah karya yang dikenal masyarakat luas, mengingat film ini juga menjadi media mengenalkan Cirebon.

Tak hanya Film Siska, Prokompim juga membahas projek terbarunya yakni Baridin dan Ratmina yang memadukan bahasa Indonesia dan Cirebon.

“Baridin dan Ratmina ini 75 persen Bahasa Indonesia dan 35 persen Bahasa Cirebon sehingga lebih mudah dipahami banyak orang,” paparnya.

Terlebih, kata Faisal, ada sosok pimpinan daerah yang turut aktif dalam film tersebut.

“Yang pasti ada sosok pimpinan daerha karena film ini kan diproduksi Prokompim Kabupaten Cirebon jadi sosok pimpinan daerah pun harus muncul,” ungkapnya.

“Dalam film ini kita mengenalkan kesenian cirebon, masyarakat cirebon, casting selama dua hari dari 100 diseeksi jadi 48, peserta casting dari berbagai daerah ada dari Jakarta, Sukabumi, Tasik, Indramayu,” imbuhnya.

Meski masih dalam tahapan penyeleksian casting, Faisal mengatakam, di film Baridin dan Ratminah ini ia miliki target tujuan skala nasional.

“Artinya kami punya target film ini go nasional, jadi orang-orang bisa tau Cirebon, dan kalau sudah waktunya kami akan minta teman-teman untuk membrand image film tersebut,”tandasnya.*(Adv/Sarrah)

TiketFest