CIREBON – Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) bersama Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kepedulian sosial melalui program pemberangkatan jamaah umroh. Tahun ini, sebanyak 28 jamaah diberangkatkan untuk menunaikan ibadah umroh secara all in sebagai bentuk apresiasi sekaligus ungkapan rasa syukur atas perjalanan dan perkembangan UGJ.
Program umroh tersebut tidak hanya ditujukan kepada unsur internal kampus, tetapi juga melibatkan berbagai pihak yang selama ini turut berkontribusi dalam mendukung kemajuan UGJ. Penerima fasilitas umroh berasal dari sivitas akademika hingga mitra kerja lembaga.
Ketua YPSGJ Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si., mengatakan, program pemberangkatan umroh tersebut telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan sejak 2011. Dengan demikian, keberangkatan tahun ini menjadi pelaksanaan program umroh yang ke-15.
Menurut Mukarto, program tersebut merupakan salah satu bentuk kesalehan sosial yang secara konsisten dijalankan YPSGJ dan UGJ. Di sisi lain, pemberangkatan jamaah umroh juga menjadi momentum untuk mensyukuri berbagai keberkahan, kemajuan, dan pencapaian yang telah diraih UGJ selama ini.
“Setiap tahun kita menyediakan tiket umroh all in. Ini adalah bentuk kesalehan sosial yayasan dan universitas, sekaligus rasa syukur kepada Allah SWT atas keberkahan dan kemajuan UGJ hingga saat ini,” ujar Mukarto.
Ia menjelaskan, penerima program umroh gratis tersebut berasal dari berbagai unsur. Tidak hanya dosen dan tenaga kependidikan, fasilitas ini juga diberikan kepada staf office boy (OB), security, mahasiswa, hingga sejumlah mitra kerja UGJ.
Keterlibatan berbagai elemen tersebut, kata Mukarto, menjadi bagian penting dari semangat kebersamaan yang ingin terus dibangun oleh yayasan dan universitas.
Termasuk di dalamnya adalah insan media serta pihak sekolah yang selama ini menjadi bagian dari jejaring kerja sama UGJ. Melalui program tersebut, YPSGJ dan UGJ berharap hubungan baik dengan seluruh stakeholders dapat semakin erat.
“Lewat program ini kita berharap kolaborasi dan dukungan semakin kuat, sehingga UGJ semakin maju, semakin diminati masyarakat, dan tentunya dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh stakeholders,” katanya.
Mukarto menilai, keberhasilan sebuah institusi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik dan kelembagaan. Hubungan yang baik dengan seluruh elemen yang berada di sekitar institusi juga menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan dan kemajuan UGJ.
Sementara itu, Rektor UGJ Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR menegaskan, pemberangkatan jamaah umroh merupakan program yang memiliki makna lebih luas dari sekadar perjalanan ibadah.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperkuat kepedulian sosial antara yayasan, universitas, sivitas akademika, dan seluruh mitra yang selama ini ikut mendukung perjalanan UGJ.
“Melalui wasilah keberangkatan umroh ini, kita berharap mendapat ridho dan keberkahan dari Allah SWT, sehingga UGJ dan YPSGJ dapat terus berkembang, makin bermartabat, serta lebih maju di masa depan,” ujar Achmad Faqih.
Ia berharap keberangkatan 28 jamaah umroh tahun ini membawa keberkahan tidak hanya bagi para jamaah, tetapi juga bagi keluarga besar YPSGJ dan UGJ secara keseluruhan.
Program yang telah berjalan selama 15 kali tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kemajuan institusi dapat diiringi dengan kepedulian terhadap orang-orang yang menjadi bagian dari perjalanan lembaga.
Melalui semangat berbagi dan rasa syukur, YPSGJ dan UGJ berupaya menjadikan program umroh sebagai bagian dari ikhtiar membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan nilai-nilai kemanusiaan yang kuat.***











