Cirebon

Wali Kota Cirebon Dinobatkan Sebagai Tokoh Visioner di IJTI Award 2025

363
×

Wali Kota Cirebon Dinobatkan Sebagai Tokoh Visioner di IJTI Award 2025

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok. Pemda Kota Cirebon/Beni Agus Pratama
Foto: Dok. Pemda Kota Cirebon/Beni Agus Pratama

CIREBON- Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menerima penghargaan sebagai Tokoh Visioner Wali Kota dalam ajang Anugerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Award 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kepemimpinannya yang dianggap mendukung kebebasan pers serta berkomitmen pada jurnalisme yang beretika dan berpihak pada kebenaran.

Dalam acara penghargaan yang dihadiri oleh berbagai tokoh media dan masyarakat, Wali Kota hadir didampingi oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cirebon, M. Arif Kurniawan. Di hadapan para jurnalis dan tamu undangan, Effendi Edo menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya peran media dalam menjaga kualitas ruang publik di tengah era banjir informasi.

“Di tengah derasnya arus informasi yang sering kali membingungkan, IJTI hadir sebagai penjaga nilai-nilai profesionalisme dan etika jurnalistik. Ini sangat penting untuk memperkuat demokrasi,” ujar Wali Kota.

Ia menekankan bahwa penghargaan yang diterimanya bukan hanya untuk dirinya pribadi, tetapi sebagai bentuk penghargaan terhadap semua pihak yang menghargai kebebasan pers dan menjadikan kebenaran sebagai pijakan dalam pengambilan keputusan.

“Mereka yang kita apresiasi malam ini adalah tokoh-tokoh yang memberikan ruang bagi jurnalis untuk menjalankan tugasnya secara bebas dan bertanggung jawab. Pers bukan musuh kekuasaan, tapi mitra dalam membangun bangsa,” lanjutnya.

Effendi Edo juga mengakui bahwa tidak semua pemberitaan media selalu menyenangkan bagi pejabat publik. Namun ia percaya, justru di situlah letak keberanian pers dalam menjalankan fungsinya yang kritis dan membangun.

“Pers yang berani menyoroti ketimpangan dan mengingatkan yang berkuasa adalah bagian penting dari proses demokratisasi. Kenyamanan bukan ukuran kebenaran,” ujarnya tegas.

Kepada para jurnalis yang menerima penghargaan pada malam itu, Wali Kota menyampaikan apresiasi sekaligus pesan moral bahwa setiap penghargaan membawa tanggung jawab.

“Pengakuan ini bukan akhir, tapi awal dari tanggung jawab lebih besar untuk tetap teguh pada nilai-nilai. Semoga tetap konsisten meski dalam tekanan,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan harapan kepada IJTI agar terus memainkan peran penting sebagai penjaga nalar publik.

“Teruslah menjadi cahaya dalam gelap, menyuarakan kebenaran dengan berani, dan menjaga akal sehat masyarakat dalam menghadapi lautan informasi yang tanpa saringan,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Effendi mengutip filosofi Jawa: Ajining diri saka lathi, ajining bangsa saka karsa, yang berarti harga diri seseorang tampak dari kata-katanya, sedangkan harga diri bangsa tercermin dari kehendaknya untuk membangun peradaban.

“Peran media, khususnya televisi, sangat penting dalam membentuk kesadaran kolektif bangsa. Di situlah letak kekuatan jurnalisme,” tutupnya.

IJTI Award 2025 menjadi pengingat bahwa di tengah tantangan, harapan untuk masa depan pers Indonesia tetap ada—selama masih ada keberanian untuk menyuarakan kebenaran, kejernihan berpikir, dan komitmen pada integritas.***