CIREBON – Grage City Mall (GCM) resmi menjadi panggung apresiasi seni dan kreativitas melalui gelaran Pesta Karya Seni yang mengusung tema “Kolaborasi Lintas Generasi”.
Pameran yang mempertemukan seniman senior dan generasi muda ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekosistem seni dan ekonomi kreatif di Kota Cirebon.
Pembukaan pameran berlangsung meriah dan dihadiri manajemen Grage City Mall, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, para seniman, kolektor, serta masyarakat pecinta seni.
General Manager Grage City Mall, Hendra, mengatakan pameran ini bukan sekadar menampilkan karya visual, melainkan menjadi ruang dialog yang mempertemukan gagasan, emosi, dan nilai kehidupan dari berbagai generasi.
“Seni bukan hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga menjadi media komunikasi yang mampu menyampaikan gagasan, emosi, dan nilai-nilai kehidupan,” ujar Hendra dalam sambutannya.
Ia menegaskan, Grage City Mall ingin mengambil peran lebih luas sebagai ruang publik yang mampu mempertemukan komunitas kreatif dengan masyarakat. Menurutnya, seni memiliki kekuatan untuk membangun jejaring, mempererat silaturahmi, serta memperkuat solidaritas antar pelaku seni.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, mengapresiasi terselenggaranya pameran tersebut. Menurutnya, kegiatan ini hadir pada momentum yang tepat karena bertepatan dengan rangkaian Hari Jadi Grage City Mall dan Hari Jadi Kota Cirebon.
Agus menilai Cirebon memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kota seni dan budaya seperti Yogyakarta.
“Secara kultur dan aktivitas seni budaya, Cirebon dan Jogja itu mirip. Hanya saja Jogja melangkah lebih dulu. Saat ini pemerintah kota, kabupaten, provinsi hingga kementerian sedang berikhtiar kuat ke arah sana,” katanya.
Ia mengungkapkan, pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan telah mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi infrastruktur keraton di Cirebon. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berencana melakukan penataan kawasan kota tua pada 2027 guna memperkuat ekosistem wisata sejarah dan budaya.
Agus juga menyambut baik rencana Grage City Mall yang ingin bertransformasi menjadi creative hub bagi berbagai komunitas.
Menurutnya, pusat perbelanjaan modern tidak cukup hanya mengandalkan aktivitas perdagangan. Kehadiran event dan ruang kolaborasi menjadi kunci untuk meningkatkan kunjungan sekaligus membangun nilai tambah bagi masyarakat.
“Mal itu butuh traffic pengunjung, dan jembatan terbaik untuk mendatangkannya adalah melalui event. Tetapi dampaknya akan lebih besar jika yang dibangun adalah kolaborasi antar komunitas,” ujarnya.
Ia berharap ruang pameran yang tersedia di GCM tidak hanya menjadi tempat memajang karya, melainkan berkembang menjadi ekosistem ekonomi kreatif yang mampu mempertemukan seniman dengan kolektor dan pembeli karya seni.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Pameran sekaligus pelaku seni, Abeng, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan pameran ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Persiapan dilakukan dalam waktu yang terbatas dan bertepatan dengan masa ujian sekolah, sehingga proses pengumpulan karya cukup sulit.
Meski demikian, semangat para seniman untuk tetap berkarya menjadi modal utama hingga pameran berhasil terlaksana.
“Teman-teman yang sampai sekarang masih eksis sebenarnya sudah sangat sibuk dengan aktivitas masing-masing. Tapi kami mencoba merangkai kembali semangat berkarya agar tetap produktif dan terus eksis,” ujarnya.
Abeng juga menyoroti minimnya ruang ekspresi bagi seniman di Kota Cirebon. Melalui pameran ini, ia ingin menunjukkan bahwa komunitas seni di Cirebon masih hidup, berkembang, dan memiliki kekuatan untuk terus berkarya.
“Praktisi seni itu bertaruh dan berkarya tanpa batas waktu. Sampai mati kita tetap berkarya. Itulah seniman,” tegasnya.
Antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak membuat pameran yang semula dijadwalkan berlangsung selama 16 hari akhirnya diperpanjang hingga 30 Juni 2026.
Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-12 Grage City Mall dan telah masuk dalam Calendar of Event Hari Jadi Kota Cirebon.
Melalui gelaran ini, Grage City Mall berharap dapat menjadi rumah bagi komunitas kreatif sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para perupa lokal. Di sisi lain, masyarakat juga mendapatkan ruang untuk lebih dekat dengan karya-karya seni yang lahir dari tangan kreatif seniman Cirebon.
Pesta Karya Seni pun menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas generasi tidak hanya melahirkan karya, tetapi juga membuka jalan menuju ekosistem seni yang lebih hidup, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi bagi Kota Cirebon.***











