BANDUNG – Ancaman ekstremisme pada anak dan remaja kembali menjadi sorotan utama dalam kegiatan Pembinaan serta Monitoring dan Evaluasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar Tim Koordinasi Pembinaan Forkopimda Pusat di Gedung Mohamad Toha, Komplek Pemkab Bandung, Kamis (4/12/2025).
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, turut hadir bersama para kepala daerah dari berbagai wilayah untuk memperkuat sinergi pusat–daerah dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.
Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri itu menyoroti tantangan baru yang muncul di tengah masyarakat, mulai dari dinamika sosial-politik, potensi kerawanan nasional menjelang perayaan hari besar, hingga maraknya eksposur radikalisme pada kelompok usia muda.
Direktur Kewaspadaan Nasional Kemendagri RI, Aang Witarsa Rofik, menegaskan pentingnya mitigasi sejak dini terhadap sejumlah ancaman strategis.
“Mitigasi harus dilakukan menjelang Natal, menghadapi potensi kebencanaan, serta memastikan perlindungan strategis bagi anak-anak dari ancaman ekstremisme dan radikalisme,” ujarnya.
Aang mengungkapkan keprihatinannya atas meningkatnya paparan ekstremisme dan konten kekerasan terhadap anak usia 11–18 tahun, terutama melalui game online dan media digital.
“Kami menaruh perhatian besar pada maraknya anak-anak yang terpengaruh ekstremisme melalui platform digital,” tegasnya.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Heryawan, turut mengingatkan pentingnya peran Forkopimda sebagai garda depan stabilitas nasional.
“Forkopimda adalah wujud koordinasi dan kerja sama pusat–daerah untuk menjaga keamanan dan ketahanan nasional, termasuk kerukunan antar suku, agama, dan ras,” ujarnya.
Ia berharap pembinaan Forkopimda dapat meningkatkan rasa aman masyarakat yang pada akhirnya mendorong peningkatan kesejahteraan.
“Rasa aman adalah pondasi kesejahteraan. Forkopimda harus memastikan itu terjaga,” katanya.
Usai kegiatan, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menegaskan komitmen memperkuat soliditas Forkopimda Kota Cirebon dalam merespons berbagai dinamika keamanan maupun tantangan pembangunan.
“Ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antar unsur pimpinan daerah, termasuk TNI, Polri, Kejaksaan, dan lembaga lainnya. Kami berkomitmen menjaga Kota Cirebon tetap aman, kondusif, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.***











