CIREBON — Hiruk pikuk kota seakan sirna saat langkah kaki memasuki kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Pasir Parat.
Terletak di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, destinasi ini menghadirkan ketenangan alami yang sulit ditemukan di tengah kesibukan sehari-hari.
Di bawah rimbunnya hutan pinus yang menjulang tinggi, suasana terasa begitu sejuk dan menenangkan. Sinar matahari menembus sela-sela dedaunan, menciptakan bayangan indah yang bergerak lembut di atas tanah.
Udara pegunungan yang segar seolah menyambut setiap pengunjung, mengajak mereka melepas penat dari rutinitas.
Tak heran, banyak pengunjung memilih sekadar duduk santai menikmati suasana. Sebagian lainnya sibuk mengabadikan momen, terlebih dari titik-titik tertentu yang menyuguhkan panorama perbukitan dengan latar megah Gunung Ciremai.
Keindahan alam ini menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi pecinta fotografi dan pemburu senja. Namun di balik pesonanya, siapa sangka Buper Pasir Parat lahir dari inisiatif sederhana masyarakat setempat.
Kuwu Desa Cipanas, Maman, mengungkapkan bahwa kawasan ini mulai dikembangkan sejak 2019. Berawal dari semangat gotong royong, para pemuda desa membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk menata kawasan hutan pinus menjadi destinasi wisata.
“Awalnya tahun 2019, pemuda di sini berinisiatif membentuk Pokdarwis. Kami bersama-sama menata kawasan Pasir Parat agar bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Menariknya, konsep wisata yang diusung tetap mengedepankan kesederhanaan dan keterbukaan. Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk, cukup membayar biaya parkir kendaraan.
“Kami ingin tempat ini bisa dinikmati semua kalangan, jadi hanya dikenakan biaya parkir saja,” tambahnya.
Meski tanpa tiket masuk, fasilitas yang tersedia cukup lengkap. Mulai dari musala, toilet umum, hingga akses WiFi untuk menunjang kebutuhan pengunjung. Area parkir yang luas juga memudahkan wisatawan, baik yang datang sendiri maupun rombongan.
Saat malam tiba, suasana Pasir Parat berubah semakin syahdu. Gelapnya hutan pinus berpadu dengan suara alam yang menenangkan, sementara api unggun dan lampu tenda menghadirkan kehangatan yang intim.
Bagi banyak orang, momen malam di Pasir Parat justru menjadi pengalaman paling berkesan—ketika alam berbicara lebih dalam daripada kata-kata.
Kini, Buper Pasir Parat bukan sekadar lokasi berkemah. Ia telah menjelma menjadi ruang jeda, tempat orang-orang kembali menemukan ketenangan di tengah dunia yang serba cepat.
Pasir Parat mengingatkan bahwa kebahagiaan tak selalu harus dicari jauh kadang, cukup dengan kembali dekat pada alam dan diri sendiri.***











