BeritaBisnis

Hari Lingkungan Hidup 2026, Astra Tol Cipali Edukasi Pengelolaan Sampah di Rest Area KM 164

575
×

Hari Lingkungan Hidup 2026, Astra Tol Cipali Edukasi Pengelolaan Sampah di Rest Area KM 164

Sebarkan artikel ini

SUBANG – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang jatuh pada 5 Juni, Astra Tol Cipali menggelar kampanye interaktif bertema pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah di Rest Area KM 164 arah Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aksi iklim dan pengurangan sampah plastik demi masa depan yang lebih berkelanjutan.

Mengusung tema global “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future”, Astra Tol Cipali mengajak para pengguna jalan tol untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan melalui berbagai kegiatan edukatif yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pembagian tumbler serta tempat sampah kepada para pengunjung rest area. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya sebagai langkah awal menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif.

Tidak hanya menyasar pengguna jalan, Astra Tol Cipali juga melibatkan para pelaku usaha yang beroperasi di kawasan rest area. Melalui sosialisasi langsung kepada tenant Rest Area KM 164, perusahaan mendorong pengurangan penggunaan kemasan plastik sekali pakai guna menekan jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari.

Head of Sustainability Astra Tol Cipali, Ardam, mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Kami ingin peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu melibatkan masyarakat secara langsung. Kampanye di ruang publik ini menjadi sarana edukasi sekaligus bukti bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat. Kami berharap seluruh pihak dapat berkontribusi mengurangi timbulan sampah, khususnya di lingkungan rest area,” ujarnya.

Komitmen Astra Tol Cipali terhadap lingkungan merupakan bagian dari program keberlanjutan Astra Infra yang selaras dengan Astra Sustainability Aspirations 2030 serta mendukung program pemerintah dalam pengelolaan sampah nasional.

Perusahaan menerapkan pengelolaan lingkungan secara terintegrasi, mulai dari pengolahan limbah cair hingga pengurangan, pemilahan, dan daur ulang sampah. Dengan pendekatan tersebut, material sisa dari area kantor maupun rest area tidak hanya dibuang, tetapi diolah kembali agar memiliki nilai guna yang lebih tinggi.

Dalam pelaksanaan kampanye lingkungan di Rest Area KM 164, Astra Tol Cipali menggandeng PT Wirani Sons selaku pengelola rest area. Kolaborasi ini diwujudkan melalui hadirnya booth edukasi pemilahan lima jenis sampah yang memberikan pemahaman praktis kepada pengunjung mengenai cara memilah sampah dengan benar.

Menariknya, booth tersebut juga menampilkan berbagai produk hasil daur ulang seperti kompos dan briket yang diproduksi oleh masyarakat Kampung Berseri Astra (KBA) Desa Bongas Kulon, Kabupaten Majalengka. Produk-produk tersebut merupakan hasil pengolahan sampah dari aktivitas operasional jalan tol yang kemudian diubah menjadi barang bernilai ekonomi.

Inisiatif tersebut menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sampah yang tepat tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Selain kampanye kepada masyarakat, Astra Tol Cipali juga menunjukkan komitmen lingkungan melalui aksi nyata di internal perusahaan. Pada hari yang sama, jajaran manajemen dan karyawan melakukan penanaman 70 bibit pohon di Kantor Operasional Subang.

Kegiatan penghijauan yang dilakukan secara gotong royong tersebut menjadi simbol sekaligus langkah konkret perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan kualitas ekosistem, serta mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

Melalui berbagai program edukasi, pengelolaan sampah, daur ulang, hingga penanaman pohon, Astra Tol Cipali berharap dapat terus mendorong terciptanya budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di kalangan masyarakat, pengguna jalan tol, maupun para mitra usaha.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci penting dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang.***