BeritaCirebon

Renovasi Gedung Setda Kota Cirebon, Basement dan Lantai 1 Diperkuat

821
×

Renovasi Gedung Setda Kota Cirebon, Basement dan Lantai 1 Diperkuat

Sebarkan artikel ini

CIREBON– Renovasi Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon segera dimulai. Tahap awal proyek difokuskan pada penguatan struktur bangunan di area basement dan lantai 1 sebagai langkah untuk memastikan keamanan dan kelayakan gedung sebelum renovasi berlanjut ke lantai lainnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat, mengatakan pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran yang tersedia.

“Yang diperbaiki bagian basement dengan lantai satu dulu. Kita lakukan penguatan struktur,” ujar Rachman.

Rachman menjelaskan, tahap pertama renovasi ini didukung anggaran sekitar Rp9 miliar hingga Rp10 miliar yang seluruhnya berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).

Ia menegaskan, proyek tersebut tidak dikelola Pemerintah Kota Cirebon, melainkan langsung ditangani oleh PUPR Provinsi Jawa Barat.

“Anggarannya dari provinsi, sekitar Rp9 sampai Rp10 miliar. Pengerjaannya juga langsung oleh pihak provinsi,” jelasnya.

Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan untuk meningkatkan kekuatan struktur bangunan agar lebih aman dan mampu menopang beban gedung secara optimal.

Beberapa pekerjaan yang dilakukan meliputi, penguatan struktur beton bangunan, penambahan dimensi kolom-kolom penyangga utama dan perkuatan pembesian atau tulangan pada struktur gedung.

Langkah ini menjadi fondasi penting sebelum renovasi dilanjutkan ke bagian bangunan lainnya.

Rachman menambahkan, renovasi Gedung Setda Kota Cirebon tidak menggunakan skema multi-years. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, DPUTR akan kembali mengusulkan anggaran pada tahun depan agar proses renovasi dapat berlanjut hingga lantai dua sampai lantai delapan.

“Tidak multi-years, kita sesuaikan dengan kondisi keuangan. Tahun depan akan kita coba ajukan lagi ke provinsi. Mudah-mudahan di tahun berikutnya bisa dilanjutkan,” tutup Rachman.***