CIREBON – Peta perebutan kursi Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon mulai mengerucut menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI.
Hingga batas akhir pendaftaran bakal calon, Minggu (13/9/2026), hanya satu nama yang resmi mengembalikan formulir pencalonan. Dia adalah Andrie Sulistio.
Dengan demikian, Andrie untuk sementara menjadi calon tunggal yang berada di jalur resmi pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon. Meski demikian, status tersebut belum serta-merta menjadikannya sebagai ketua terpilih karena masih ada tahapan verifikasi dan mekanisme Musda yang harus dilalui.
Ketua Penyelenggara Musda XI Partai Golkar Kota Cirebon, Erry Yudhistira, mengatakan tahapan pengambilan dan pengembalian formulir bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 September 2026.
Namun, hingga pendaftaran ditutup, hanya Andrie Sulistio yang mengembalikan formulir pencalonan.
“Sampai hari terakhir pengembalian formulir pendaftaran Bacalon hanya ada satu kandidat yang mendaftar,” ujar Erry, Senin (14/9/2026).
Andrie mengembalikan formulir pada Minggu (13/9/2026), tepat di hari terakhir pendaftaran. Berkas pencalonannya diserahkan di Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Jalan Siliwangi Nomor 15, Kota Cirebon.
Proses penyerahan formulir tersebut turut disaksikan Ketua Steering Committee (SC) Musda XI, Deden, serta Ketua Organizing Committee (OC), Tiffa.
Menurut Erry, dokumen yang diserahkan Andrie dinyatakan lengkap. Meski demikian, kelengkapan administrasi tersebut masih harus melalui proses verifikasi untuk memastikan seluruh persyaratan pencalonan terpenuhi.
“Setelah menerima formulir, kemudian dilakukan verifikasi,” jelasnya.
Munculnya satu nama dalam pendaftaran membuat konstelasi menuju Musda XI Partai Golkar Kota Cirebon semakin menarik.
Andrie Sulistio kini menjadi satu-satunya kandidat yang secara resmi telah mengembalikan formulir. Kondisi ini membuat persaingan perebutan kursi Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon mulai mengarah pada konfigurasi calon tunggal.
Namun, proses politik internal belum selesai.
Tahapan verifikasi menjadi salah satu pintu yang harus dilewati sebelum pencalonan berlanjut ke tahapan Musda. Selain itu, keputusan mengenai kepemimpinan DPD Partai Golkar Kota Cirebon tetap berada dalam mekanisme organisasi dan forum Musda XI.
Artinya, posisi Andrie saat ini lebih tepat disebut sebagai calon tunggal berdasarkan pendaftaran, bukan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon yang sudah definitif.
Konstelasi tersebut sekaligus menempatkan Andrie dalam posisi strategis. Jika seluruh persyaratan pencalonan dinyatakan memenuhi ketentuan dan tidak muncul dinamika lain dalam proses organisasi, arah Musda XI akan semakin mengerucut pada satu nama.
Di tengah munculnya calon tunggal, Partai Golkar Kota Cirebon juga masih menunggu kepastian waktu pelaksanaan Musda XI.
Erry mengatakan, hingga saat ini jadwal resmi Musda XI belum ditetapkan. Pelaksanaannya masih menunggu arahan serta penjadwalan dari DPD Partai Golkar Jawa Barat.
“Untuk pelaksanaan Musda XI Partai Golkar Kota Cirebon belum, masih menunggu jadwal dari Jabar,” katanya.
Telah ditutupnya pendaftaran dan hanya Andrie Sulistio yang mengembalikan formulir, perhatian kini beralih pada tahapan berikutnya.
Verifikasi persyaratan, konsolidasi internal, penetapan tahapan Musda, hingga forum Musda XI akan menjadi rangkaian penting yang menentukan siapa yang nantinya memimpin Partai Golkar Kota Cirebon.
Untuk sementara, Andrie Sulistio menjadi satu-satunya calon yang resmi masuk dalam bursa Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon. Tinggal menunggu bagaimana proses organisasi berikutnya membawa nama tersebut menuju Musda XI.***











