CIREBON – Big Bad Wolf (BBW) akan mengadakan bazar buku terbesar di Kota Cirebon pada tanggal 24 September 2026 mendatang di Swiss-Belhotel.
Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia Marthius Wandi Budianto mengatakan, acara tersebut bukan hanya bazar biasa, akan tetapi perjalanan panjang membangun literasi di Indonesia dan juga negara lain.
“Salah satu misi kita terutama di ulang tahun ke 10 ini, menginginkan akses yang lebih mudah terhadap buku-buku internasional bagi masyarakat,” katanya, Selasa (15/9/2026).
Tak hanya di Kota Cirebon saja, BBW juga menggelar 15 event bazar buku pada 15 kota berbeda di sepanjang tahun 2026.
“Kita memang menjangkau kota-kota yang belum pernah disentuh, sayang banget padahal kita sudah berusia sepuluh tahun, dan tahun ini kita hadir di Kota Cirebon mulai tanggal 24 September sampai dengan 4 Oktober,” jelasnya.
BBW datang ke Kota Cirebon dengan membawa setidaknya 2 juta buku yang akan dihadirkan kepada masyarakat.
Jumlah buku tersebut 90 persen merupakan buku yang berbahasa inggris dan 10 persen lainnya berbahasa Indonesia.
Selain itu, dalam bazar tersebut pihak BBW memberikan diskon sebesar 90 persen.
“Kita targetnya sih 400 ribu pengunjung dan total buku yang terjual ya paling tidak satu juta buku, memang mayoritas yang kita jual juga buku anak-anak karena perkembangannya sangat besar, tapi kita juga sediakan juga buku-buku tentang bisnis, maupun karakter lainnya,” paparnya.
Marthius mengungkapkan, di Cirebon sendiri terdapat kendala yakni tempat yang kurang luas.
“Kita masuk ke kota-kota lain itu kendalanya di infrastruktur, karena kita butuh ruangan itu setidaknya 2.000 hingga 3.000 meter, karena kita biasanya bawa 12 kontainer buku,” ungkapnya.
Sementara itu, Senior Vice President BCA Rita Christina mengatakan pihaknya memberikan diskon sebesar Rp250 ribu kepada masyarakat pada hari pertama dan yang menggunakan produk BCA.
“BCA menghadirkan berbagai penawaran menarik bagi pengunjung mulai dari potongan harga, program cicilan, hingga berbagai kemudahan transaksi lainnya. Kami berharap, kolaborasi ini dapat semakin mendukung semangat literasi dan menjadikan budaya membaca buku sebagai gaya hidup inklusif yang berkelanjutan,” katanya.*** (Sakti)











