CIREBON – Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon Benny Sujarwo memberikan sejumlah rekomendasi kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat guna memaksimalkan kinerjanya dalam menekan angka pengangguran.
Benny mengatakan, saat ini kebutuhan kerja masyarakat Kota Cirebon masih cukup tinggi, sementara kesempatan kerja yang tersedia masih sedikit.
“Kegiatan-kegiatan seperti job fair dan lainnya, perlu ditingkatkan agar dapat menyerap banyak tenaga kerja, karena seperti yang disampaikan Disnaker, angka pengangguran di Kota Cirebon masih menginjak angka 8,42 persen,” katanya dikutip dari website DPRD Kota Cirebon, Kamis (14/12/2023).
Beberapa rekomendasi itu, kata Benny, meliputi pelatihan agar dapat memaksimalkan peran siswa telah lulus mendapat sertifikasi terakreditasi perusahaan.
“Kami berharap, lulusan masyarakat yang ikut pelatihan, mempunyai sebuah sertifikat, legal formal, sesuai dengan bakat dan minat,” katanya.
Rekomendasi lainnya disampaikan nggota Komisi III, Cicip Awaludin. Dia berharap agar Disnaker bisa memaksimalkan 40 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
“Kami juga minta, untuk Disnaker melakukan monitoring terhadap 40 LPK di Kota, sehingga nanti akan berkaitan juga dengan penanggulangan tenaga kerja,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon, Agus Suherman mengatakan, telah melakukan berbagai upaya menekan angka pengangguran di Kota Cirebon selama tahun 2023.
Pihaknya telah melakukan sejumlah kegiatan di antaranya ekspansi job fair dengan beberapa Perguruan Tinggi di Kota Cirebon, peningkatan kualitas angkatan kerja melalui bursa kerja khusus (BKK), serta peningkatan peran LPK Tripartit dan Dewan Pengupahan Kota.
“Selain itu, ke depan, kami juga akan terus gencar mengadakan sosialisasi, terutama soal TKI, agar jangan sampai terjebak jadi pekerja ilegal, terutama bagaimana cara kerja ke luar negeri yang aman sesuai aturan,” ungkapnya.
Sejauh ini, kata dia, realisasi kegiatan yang telah dilakukan Disnaker mencapai 70,52 persen.
Agus juga berharap kepada pemerintah agar terus mendukung kegiatan baik pengadaan maupun peningkatan SDM.
“Desember ini dan seterusnya, kami meminta support pemerintah mengenai kegiatan yang berlangsung di kota Cirebon,” katanya.
Diketahui, tingkat pengangguran terbuka di Kota Cirebon turun dari angka 8,42 persen pada 2022 menjadi 7,66 persen di 2023.*











