CIREBON – Kasus janggal menimpa seorang warga Kota Cirebon. Kusrini, warga RT 02 RW 07 Gunungsari Bedeng, Kelurahan Pekiringan, dibuat kaget setelah kartu BPJS Kesehatan miliknya tak bisa digunakan saat ia membutuhkan perawatan. Setelah ditelusuri, identitas BPJS miliknya ternyata telah dipakai oleh seseorang di Papua—yang kebetulan memiliki nama sama yakni Kusrini.
Ketua RT 02 RW 07 Gunungsari Bedeng, Sofiana, menjelaskan kejadian ini pertama kali terungkap tujuh tahun lalu, saat Kusrini melahirkan anak ketiganya. Usai persalinan, administrasi BPJS yang seharusnya ditanggung PBI-APBN justru mentok. Sistem menyatakan identitas tersebut telah digunakan oleh peserta lain di Timika, Papua.
“Saya dampingi langsung di rumah sakit. BPJS-nya aktif, tapi tidak bisa dipakai. Ternyata ada peserta lain namanya sama, Kusrini, orang Papua,” ungkap Sofiana.
Ia menambahkan, setelah kejadian itu, dirinya bergerak cepat berkoordinasi dengan Dinas Sosial, lalu diarahkan ke Disdukcapil untuk mengecek kemungkinan data ganda. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil.
“Di Dinsos dan Capil, saya lihat sendiri datanya dipakai orang Timika. Mukanya juga mirip. Kami sudah datang ke BPJS, tapi tetap belum ada solusi,” kata Sofiana.
Kini masalah itu kembali menjadi perhatian, karena Kusrini sedang sakit dan harus dirujuk ke rumah sakit, namun lagi-lagi tak bisa menggunakan BPJS yang menjadi haknya.
“Suami dan anak-anaknya bisa pakai, hanya Ibu Kusrini yang bermasalah. Saya minta betul agar ini dibantu, apalagi kondisinya sedang sakit,” tegas Sofiana.
Persoalan ini akhirnya disampaikan langsung kepada Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kota Cirebon, M Fahmi Mirza Ibrahim, saat menggelar reses masa persidangan I tahun sidang 2025–2026, Kamis (13/11) sore.
Menanggapi laporan yang dinilai cukup unik tersebut, Fahmi memastikan akan membawa kasus ini ke Komisi III DPRD yang bermitra dengan Dinas Kesehatan dan BPJS.
“Kasus seperti ini harus dituntaskan. Kami di Komisi III akan memanggil BPJS dan membahas bagaimana nasib peserta yang identitasnya digunakan orang lain seperti Ibu Kusrini ini,” tegas Fahmi.***











