Berita

FISIP UGJ dan Pemkab Kuningan Wujudkan Enam Desa Digital Percontohan, Dorong Tata Kelola Pemerintahan Transparan

826
×

FISIP UGJ dan Pemkab Kuningan Wujudkan Enam Desa Digital Percontohan, Dorong Tata Kelola Pemerintahan Transparan

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menegaskan komitmennya dalam mendukung digitalisasi tata kelola pemerintahan desa. 

Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), FISIP UGJ resmi meluncurkan enam website desa percontohan dengan domain resmi desa.id, Kamis (6/11/2025) di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan.

Enam desa yang menjadi role model digital tersebut adalah Ragawacana, Gandasoli, Kertayasa, Mekarmulya, Mekarsari, dan Pemulihan. Desa-desa ini kini dibina langsung oleh FISIP UGJ untuk menerapkan sistem informasi desa yang transparan, informatif, dan mandiri.

Dekan FISIP UGJ, Dr. Hj. Siti Khumayah, S.E., S.H., M.Si., menjelaskan bahwa inisiatif ini menjadi langkah awal menuju digitalisasi menyeluruh bagi seluruh desa di Kuningan.

“Masih ada 355 desa di Kabupaten Kuningan yang belum menggunakan domain desa.id, sementara 19 desa sedang dalam proses menyusul. FISIP UGJ siap melanjutkan pelatihan dan mendampingi penyusunan regulasi turunan Permenkominfo Nomor 5 Tahun 2025,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kuningan, Diskominfo, Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, Rektor UGJ, dan seluruh dosen FISIP yang telah berkomitmen membangun kolaborasi berkelanjutan menuju desa digital yang transparan dan mandiri.

“Kolaborasi ini sejalan dengan visi Kabupaten Kuningan menuju smart village. Ini menjadi bukti nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UGJ Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., menegaskan bahwa kampus tidak hanya bertransformasi secara digital di lingkungan internal, tetapi juga ingin membawa manfaat bagi masyarakat luas.

“Kami ingin transformasi digital ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama desa-desa di wilayah Ciayumajakuning,” ungkapnya.

Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si., menambahkan bahwa peluncuran website desa ini merupakan wujud nyata penerapan konsep quad helix — sinergi antara akademisi, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

“Selama ini konsep quad helix sering hanya berhenti di tataran teori. Di Kuningan, konsep itu kini terwujud nyata,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pengelola website agar mampu menjalankan tata kelola pemerintahan desa yang transparan serta memberikan layanan publik yang efektif dan akuntabel.

Acara peluncuran turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Pj. Sekda Dr. Wahyu Wijaya, M.Si., Kadis Kominfo Drs. H. Ucu Suryana, M.Si., serta perwakilan dari Bank Indonesia, Bank BJB, kepala OPD, camat, kepala desa, dan mahasiswa FISIP UGJ.

Hadirnya enam website desa ini, diharapkan proses digitalisasi layanan publik di desa dapat semakin cepat, membuka akses informasi secara luas, meningkatkan transparansi anggaran, serta mendorong kemandirian dan daya saing desa di era digital.***