CIREBON – UGJ gelar seminar pelatihan bertema “Pemanfaatan Teknologi Digital Kerajinan Gerabah Desa Sitiwinangun” yang digelar oleh tim dosen Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGJ di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon pada Kamis (14/8/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2025.
Gerabah Sitiwinangun sudah lama dikenal sebagai produk unggulan lokal. Namun, di tengah tantangan persaingan pasar, inovasi dalam pemasaran menjadi kebutuhan mendesak. Seminar ini hadir sebagai solusi dengan memperkenalkan strategi pemasaran digital yang efektif, mulai dari pemanfaatan media sosial hingga platform e-commerce.
Ketua Tim Pengusul, Dr. H. Kartono, S.E., M.Si., menegaskan bahwa langkah ini sangat strategis dan membantu masyarakat dalam memasarkan produk gerabah dalam cakupan yang lebih luas.
“Pemasaran melalui platform digital, seperti media sosial dan e-commerce, akan membantu memperluas pasar dan menjangkau konsumen yang lebih luas, bahkan ke pasar internasional. Ini adalah langkah penting untuk membawa produk gerabah Sitiwinangun ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.

Seminar yang turut dihadiri Camat Jamblang dan Kepala Desa Sitiwinangun ini memberikan pelatihan intensif kepada para pengrajin. Mereka belajar bagaimana membuat konten digital yang menarik, memanfaatkan media sosial untuk promosi, serta membuka peluang penjualan melalui website e-commerce.
Para peserta, yang mayoritas pengrajin gerabah, terlihat antusias mengikuti materi. Mereka menyadari bahwa teknologi digital dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan produk mereka ke pasar nasional bahkan internasional.
Kepala Desa Sitiwinangun, Suharto, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan kegiatan ini dan berharap pengrajin gerabah dapat berkembang juga menghasilkan produk yang berkualitas.
“Kami berharap, dengan keterampilan yang diperoleh dalam seminar ini, pengrajin gerabah dapat lebih berkembang dan menghasilkan produk berkualitas yang diminati pasar, baik lokal maupun internasional,” ungkapnya.
Selain meningkatkan penjualan, upaya ini juga diharapkan mampu mengenalkan kekayaan budaya lokal Sitiwinangun kepada masyarakat luas. Dengan pemasaran digital, gerabah Sitiwinangun bukan hanya menjadi komoditas ekonomi, tetapi juga identitas budaya yang bisa bersaing di ranah global.
Seminar ini menjadi bukti nyata komitmen UGJ dan Desa Sitiwinangun dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memajukan perekonomian masyarakat. Langkah transformasi digital ini diharapkan mampu menjadikan gerabah Sitiwinangun sebagai produk kebanggaan yang mendunia, membuka peluang ekonomi baru, serta memperkuat daya saing desa di era global.***











