Cirebon

Harga Cabai Merah di Pasar Sumber Cirebon Mencapai Rp 80.000 Per Kilogram

502
×

Harga Cabai Merah di Pasar Sumber Cirebon Mencapai Rp 80.000 Per Kilogram

Sebarkan artikel ini
Cabai merah jenis beauty. Foto: Dialog/Sarrah

CIREBON– Harga cabai merah jenis beauty di Pasar Sumber Kabupaten Cirebon mengalami kenaikan pada Selasa (20/2/2024). Harganya mencapai Rp 80.000 per kilogram dari semula hanya Rp 40.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang di Pasar Sumber Mukim (40) mengatakan, kenaikan telah terhitung sejak musim penghujan tiba dan stok yang terbatas.

“Semenjak hujan aja naik, wajar sih karena cabainya banyak yang pecah, busuk, petani gagal panen, sementara untuk cabe beauty permintaan tinggi jadi naik dari Rp 40.000 ke Rp. 80.000,” kata Mukim, Selasa (20/2/2024).

Belum lagi, lanjutnya, menjelang puasa nanti yang diperkirakan dapat melonjak hingga Rp 100.000 per kilogram.

“Belum puasa ini udah tinggi, nanti puasa lebih tinggi lagi bisa Rp 100.000,” ucapnya.

Mahalnya harga cabai dan stok yang terbatas membuat Mukim hanya bisa menjual sebanyak 7 kilogram setiap harinya.

“Sekarang paling 10 kilogram itu pun banyak yang rusak pecah jadinya cabai BS, lakunya paling 7 kiloan, padahal biasanya bisa belanja itu 15 kilogram abisnya (terjual) paling sedikit 10 kilogram sehari, selain mahal stok juga susah di asar induk Jagasatrunya,” terangnya.

Pembeli juga, kata Mukim, beberapa akan membeli cabai BE sebagai campuran jika tidak kuat membeli cabai beauty yang kualitasnya baik.

“Karena banyak yang patah akhirnya saya jual rugi kan cabai BS ini nah banyak yang cari juga buat campuran sekilonya Rp 40.000 untuk BS,” ungkapnya.

Kendati demikian, banyak pelanggan tetap memilih membeli cabai beauty yang segar dan utuh dibanding BS.

“Kalau orang banyakan apik jadi lebih milih yang bersih,” ujarnya.

Untuk komoditi cabai lainnya, kata Mukim tidak begitu masih cukup standar seperti rawit yang berada di angka Rp 50.000-an, kemudian cabai hijau Rp 24.000 per kilogram.

“Rawit memang sempat Rp 52.000 perkilogram tapi turun, cabe Ijo juga sempat Rp 32.000 perkilogram, sekarang Rp 24-25.000an,” terangnya.

Kecuali, sambungnya, cabai keriting yang saat ini mencapai Rp 75.000 per kilogram di pasar induk Jagasatru.

“Cabai keriting iya lagi mahal makanya ngga ada kan, saya ga kuat ambil mahal cabai keriting harga ngulak (belanja) aja Rp 75.000 maka saya harus jual Rp 90.000 jadinya kan susah kejual,” ujarnya.

“Udah mahal susah kan jualnya kalau kesimpen nanti rusak karena gampang layu, kalau di kulkas gampang pecah, jadi saya ga ambil,” imbuhnya.

Merasa kesulitan memperoleh maupun menjual cabai dirinya mengaku berharap musim hujan tidak terlalu parah sehingga tidak membuat gagal panen para petani cabai.

“Susah jual susah beli, namanya musimnya hujan tapi harapannya musim hujannya ga parah biar ga gagal panen petaninya,”tutupnya.*(sarrah).