Scroll untuk baca artikel
BeritaCirebon

Lapuk Termakan Usia, Atap Ruang Kelas SDN 1 Kedungdawa Cirebon Ambruk

198
×

Lapuk Termakan Usia, Atap Ruang Kelas SDN 1 Kedungdawa Cirebon Ambruk

Sebarkan artikel ini
Kondisi atap ruang kelas 1A SDN 1 Kedungdawa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon yang ambruk tak bersisa akibat hujan deras dan angin kencang, Sabtu (18/11/2023). Foto: Dialog/Sarrah

CIREBON – Atap ruang kelas 1 SDN 1 Kedungdawa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon ambruk tak tersisa akibat termakan usia, Sabtu (18/11/2023).

Ambruk tak bersisa, atap ruang kelas 1 A hanya menyisakan langit. Sementara ruang kelas di sampingnya yakni kelas 1 B pun nyaris roboh.

Kepala SDN 1 Kedungdawa Muhammad Arifin, mengatakan, kronologi atap kelas ambruk tersebut bermula dari hujan yang terjadi Jumat (17/11/2023) malam.

“Kejadiannya itu ada laporan dari salah satu guru yang berdomisili di sini sekitar 21.30 WIB, ada hujan besar,” katanya.

“Hujan besar lalu angin kencang jadi memperparah kondisi atap ruang kelas yang udah lapuk itu,” imbuhnya

Atas kejadian tersebut, Arifin kemudian melaporkan atap ruang kelas yang ambruk ke Bagian Sarana Prasarana Koordinator Wilayah.

“Saya laporkan ke korwil, korwil sampaikan ke Disdik Kabupaten Cirebon, yang roboh satu, yang mengkhawatirkan dua ruang kelas,” ulasnya.

Arifin menuturkan, bangunan ruang kelas secara keseluruhan terakhir mendapat perbaikan di tahun 2012/2015.

“Ini sebetulnya bangunan lama yang saya tau, ini bangunan sekitar tahun 2012/2015 jadi belum pakai baja ringan, dan belum ada perbaikan sama sekali,” jelasnya.

Beruntungnya kejadian ini berlangsung saat malam hari sehingga, tidak ada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan tidak terdapat korban jiwa.

“Tidak ada korban jiwa, karena kejadiannya malam, sudah dikosongkan sekitar satu bulan lalu,” Ucapnya.

Telah dikosongkan sejak bulan lalu Arifin, mengungkapkan setidaknya dua atap ruang kelas yakni 1 A dan B telah mengalami penurunan bangunan pada bagian atap sejak sebulan terakhir.

Akibat hal tersebut, terpaksa KBM puluhan siswa dipindahkan ke ruangan serbaguna Kantor Pemdes Kedung Dawa.

“Kalau ambruk tidak tiba-tiba seperti itu, kronologisnya itu dari sebulan lalu sudah ada tanda-tanda kelas ini sudah turun,” katanya, Sabtu (18/11/2023).

Kemudian, lanjutnya, ia segera melaporkan kondisi ruang kelas yang sudah lapuk itu ke bagian Sarana Prasarana (sarpras) pada Koordinator Wilayah.

“Lalu dilaporkan ke korwil, dari korwil dilaporkan ke Disdik Kabupaten Cirebon, ada tindak lanjut setelah itu yaitu langsung survei kesini,” tuturnya

Setelah disurvei, Koordinator Wilayah memberi saran untuk lebih dulu mengosongkan dua ruang kelas yang memang telah mengalami pelapukan.

“Hasil survei pihak sarpras menyarankan agar dua ruang kelas dikosongkan, kami tindak lanjuti dengan mengosongkan dua ruang kelas, kelas yang sekarang rubuh dan kelas sebelahnya, ruang kelas itu ada ruang kelas, yaitu ruang kelas satu dan ruang kelas dua,” jelasnya.

Karena kondisi darurat tersebut, KBM terpaksa dialihkan menggunakan ruang serbaguna milik Kantor Pemdes Kedung Dawa yang lokasinya tidak jauh dari SDN 1 Kedung Dawa.

“Untuk KBM akhirnya diipindahkan ke ruang serbaguna milik Pemerintah Kedung Dawa,” ucapnya.

Adapun jumlah Siswa SDN 1 Kedungdawa terdapat 280 siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6, yang masing-masing rombel berisi 20 siswa.

“Siswa kami sekitar 280 semuanya dipindah juga demi keamanan,” tutupnya.*(Sarrah)

TiketFest