BeritaCirebon

Lurah Kunjungi Warga Karyamulya, Limbah Disulap Jadi Cuan dan Dukung Program Zero Waste

683
×

Lurah Kunjungi Warga Karyamulya, Limbah Disulap Jadi Cuan dan Dukung Program Zero Waste

Sebarkan artikel ini

CIREBON — Sampah rumah tangga tidak selamanya harus berakhir di tempat pembuangan. Di Kelurahan Karyamulya, Kota Cirebon, limbah justru mulai dimanfaatkan warga menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih.

Hal tersebut terlihat saat Lurah Karyamulya, Andre Ginanjar Ferdhiansyah Pratama, ST menyambangi langsung warga RT 01 RW 09. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat dari dekat inovasi warga dalam mengelola sampah secara mandiri sekaligus memastikan kesiapan wilayah tersebut sebagai pilot project program zero waste.

Andre tidak hanya meninjau kondisi lingkungan, tetapi juga melihat langsung bagaimana warga mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi. Menariknya, limbah organik yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini diolah menjadi bagian dari ekosistem budidaya yang berpotensi menghasilkan nilai ekonomi atau cuan bagi masyarakat.

“Kami dari Kelurahan Karyamulya hadir ke RT 01 RW 09 untuk melihat langsung kondisi lapangan. RT 01 RW 09 ini kami jadikan pilot project untuk program zero sampah yang digagas Pak Wali Kota,” ujar Andre saat melakukan peninjauan.

Di lokasi tersebut, warga telah mengembangkan sejumlah kegiatan yang saling berkaitan. Sampah organik rumah tangga dimanfaatkan sebagai bahan untuk budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).

Maggot kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun ikan, sehingga sampah yang sebelumnya menjadi persoalan justru masuk kembali ke dalam rantai produksi.

Selain budidaya maggot, warga juga mengembangkan peternakan ayam, tanaman azolla, serta budidaya ikan nila dan lele. Konsep tersebut membuat pengelolaan sampah tidak berhenti pada proses membuang atau mengurangi volume sampah, tetapi berkembang menjadi sebuah ekosistem yang memiliki manfaat lingkungan sekaligus potensi ekonomi.

Andre mengapresiasi kreativitas warga RT 01 RW 09 yang mampu melihat peluang dari persoalan sampah.

“Saya lihat di sini sangat baik dan hampir lengkap sesuai instruksi Pak Wali Kota. Ada pengolahan maggot, peternakan ayam, budidaya azolla, hingga kolam ikan nila dan lele. Ini ekosistem yang luar biasa,” katanya.

Menurutnya, pola pengelolaan seperti yang dilakukan warga RT 01 RW 09 dapat menjadi contoh bahwa program zero waste bisa dimulai dari tingkat lingkungan paling kecil, yakni rumah tangga, RT dan RW.

Apalagi, ketika sampah organik mampu dimanfaatkan menjadi pakan atau mendukung kegiatan budidaya, masyarakat tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah, tetapi juga berpeluang mendapatkan tambahan penghasilan.

Konsep tersebut dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kelurahan Karyamulya dalam mendorong masyarakat agar semakin mandiri mengelola sampah. Kelurahan pun berkomitmen memberikan dukungan agar inovasi warga dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar.

Andre berharap keberhasilan RT 01 RW 09 tidak berhenti sebagai proyek percontohan. Ia ingin pola tersebut dapat ditularkan ke lingkungan lainnya di Kelurahan Karyamulya.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa kita ketok tularkan ke RT dan RW lainnya. Target kami, seluruh 18 RW di Kelurahan Karyamulya betul-betul bisa mencapai zero sampah. Pihak kelurahan tentu akan terus memberikan support agar program ini makin maju,” pungkasnya.

Atas adanya inovasi tersebut, pengelolaan sampah di Karyamulya perlahan mulai diarahkan dari sekadar membuang menjadi mengolah dan menghasilkan manfaat.

Sampah organik yang selama ini kerap dipandang sebagai masalah kini justru memiliki peluang menjadi sumber pakan, bahan budidaya hingga mendukung aktivitas ekonomi warga.

Langkah warga RT 01 RW 09 pun menjadi gambaran bahwa gerakan zero waste di Kota Cirebon dapat tumbuh dari lingkungan masyarakat.

Dari sampah rumah tangga, warga bergerak menciptakan ekosistem produktif yang tidak hanya membuat lingkungan lebih bersih, tetapi juga membuka peluang sampah menjadi cuan.***