Hiburan

Misteri Rumah Tua hingga Dendam Masa Lalu, Rambut Sewu Siap Tebar Teror di Bioskop

683
×

Misteri Rumah Tua hingga Dendam Masa Lalu, Rambut Sewu Siap Tebar Teror di Bioskop

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Misteri rumah tua, dendam masa lalu, hingga ritual yang berakar dari mitos Jawa menjadi teror utama dalam film horor Rambut Sewu: Satu Langkah Getih. Menjelang penayangannya di bioskop Indonesia pada 5 November 2026, film produksi Mika Entertainment ini resmi merilis poster, trailer, serta dua lagu original soundtrack (OST).

Scroll Untuk Lanjut Baca
Scroll Untuk Lanjut Baca

Disutradarai Hanny R. Saputra, Rambut Sewu: Satu Langkah Getih menghadirkan Wavi Zihan sebagai Wulan/Sundari, Taskya Namya sebagai Marni, Yusuf Mahardika sebagai Damar, Ruth Marini sebagai Ratih, dan Donny Alamsyah sebagai Suradi.

Trailer terbaru film ini membuka lebih banyak tabir misteri yang sebelumnya baru diperlihatkan melalui materi first look dan teaser. Penonton diajak mengikuti perjalanan Wulan yang harus memulai kehidupan baru bersama ibunya setelah sang ibu mendapatkan pekerjaan di sebuah pabrik.

Namun, perpindahan tersebut justru membawa mereka ke sebuah rumah tua yang menyimpan kisah kelam. Sejak menempati rumah itu, Wulan mulai mengalami serangkaian kejadian janggal yang sulit dijelaskan secara logis.

Gangguan demi gangguan perlahan membawanya pada jejak masa lalu yang ternyata memiliki kaitan dengan kehidupannya sendiri. Misteri tersebut semakin rumit ketika nama Marni muncul sebagai sosok penting di balik rangkaian peristiwa yang menghantui Wulan.

Karakter Marni menjadi salah satu kunci dalam mengungkap konflik film ini. Di balik sosoknya yang penuh misteri, tersimpan pengalaman hidup pahit, luka keluarga, dan dendam yang memengaruhi setiap keputusan yang diambilnya.

Pemeran Marni, Taskya Namya, mengungkapkan bahwa karakter yang dimainkannya memiliki dorongan kuat untuk melindungi keluarga. Sebagai anak perempuan pertama, Marni memikul tanggung jawab besar yang turut membentuk perjalanan hidupnya.

“Semua yang ia lakukan tidak terlepas untuk membela keluarganya. Perubahan perilaku dan sosok Marni juga bukan hanya karena hal sepele. Semua berdasarkan dendam dan rasa sakit hati terhadap orang-orang yang melukai keluarganya,” kata Taskya.

Konflik keluarga tersebut menjadi salah satu fondasi cerita Rambut Sewu: Satu Langkah Getih. Teror yang muncul bukan hanya menghadirkan ketakutan, tetapi juga berkaitan dengan luka masa lalu dan konsekuensi dari pilihan hidup para karakternya.

Di tengah kejadian misterius yang dialami Wulan, muncul Damar, seorang jurnalis muda yang tertarik menyelidiki kasus tersebut setelah sebuah rekaman menyebar di media sosial.

Rasa penasaran membawa Damar menelusuri kejadian demi kejadian yang awalnya tampak tidak saling berkaitan. Namun, penyelidikan itu justru membawanya pada rahasia yang jauh lebih dalam.

Hubungan antarkarakter mulai terungkap satu per satu, mengarah pada peristiwa masa lalu yang menjadi sumber konflik utama. Seiring terbukanya misteri tersebut, batas antara teror supranatural dan persoalan manusia semakin sulit dipisahkan.

Film ini memadukan horor supranatural, misteri, dan drama keluarga dengan latar kepercayaan serta mitos Jawa. Ceritanya dikembangkan sebagai fiksi yang mengambil inspirasi dari ritual dan kepercayaan lokal, terutama tentang pilihan hidup serta konsekuensi yang harus ditanggung seseorang atas keputusannya.

Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi film untuk tidak hanya mengandalkan adegan menegangkan, tetapi juga membangun konflik emosional melalui hubungan antartokoh.

Selain menghadirkan teror melalui cerita dan atmosfer visual, Rambut Sewu: Satu Langkah Getih memperkuat nuansa film lewat dua lagu original soundtrack yang dirilis sebagai bagian dari promosi.

OST pertama berjudul Hampa, dibawakan Almira Andani dengan ciptaan Adi Karno. Sementara itu, lagu kedua bertajuk Jalan Hidup, dinyanyikan Zakir Rasyidin dan diciptakan sekaligus diproduseri Badai.

Lagu Jalan Hidup memiliki keterkaitan dengan tema besar film, terutama mengenai pilihan yang diambil manusia ketika menghadapi tekanan dan persoalan kehidupan.

Zakir Rasyidin mengatakan, lagu tersebut menggambarkan perjalanan seseorang yang menghadapi situasi sulit hingga tergoda mengambil keputusan yang keliru demi memenuhi keinginannya.

“Lagu ‘Jalan Hidup’ bercerita tentang perjalanan hidup manusia yang kadangkala ingin menyerah saat mimpi terasa jauh, bahkan berani mengambil keputusan yang salah demi kepuasan diri. Makna lagu ini hampir sama dengan cerita karakter utama di film Rambut Sewu,” ujar Zakir.

Kehadiran kedua lagu tersebut melengkapi pendekatan artistik film yang dibangun dengan nuansa gelap dan realistis. Perpaduan musik tradisional dengan atmosfer horor juga digunakan untuk memperkuat ketegangan sekaligus menggambarkan emosi yang dialami para karakter.

Menggabungkan misteri rumah tua, dendam keluarga, mitos Jawa, serta musik yang mendukung suasana cerita, Rambut Sewu: Satu Langkah Getih menawarkan pengalaman horor yang berpadu dengan drama dan rahasia masa lalu.

Film produksi Mika Entertainment ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026. Informasi terbaru, poster, dan trailer resmi dapat diakses melalui akun media sosial @filmrambutsewusatulangkahgetih dan @mika.productionentertainment.***