Scroll untuk baca artikel
Berita

Owner Arisan Online Cirebon Janji Kembalikan Uang hingga Maret 2024

558
×

Owner Arisan Online Cirebon Janji Kembalikan Uang hingga Maret 2024

Sebarkan artikel ini
Mediasi member AOC dengan owner AOC di Aula Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon, Rabu (13/12/2023) Foto: Dialog/Sakti

CIREBON – Ratusan member Arisan Online Cirebon (AOC) melakukan mediasi dengan owner AOC, LA di Aula Kecamatan Harjamukti.

Kuasa Hukum LA, Angga Dwi Setyo mengatakan, kliennya siap bertanggung jawab terkait dengan polemik arisan online dan titip dana di Arisan Online Cirebon.

“Untuk arisan online harusnya tetap berjalan, dengan harapan member dari 38 kloter dan member yang sudah dapat untuk tetap membayarkan kewajibannya,” katanya, Rabu (13/12/2023).

Ia melanjutkan, jika member yang sudah dapat tidak membayarkan kewajibannya, pihaknya akan melaporkan kepada pihak kepolisian. “Apabila tidak dilanjutkan akan merugikan member-member yang belum dapat, dan jika ada yang belum membayar kita akan laporkan ke polisi,” lanjutnya.

Dirinya memaparkan, untuk titip dana sendiri, kliennya siap mengembalikan dana tersebut namun hanya pokoknya saja yang dikembalikan.

“Klien kami meminta waktu kepada para member sampai Maret 2024 dikarenakan perlu meng inventarisir berapa uang member dan perlu menjual beberapa aset dari klien,” paparnya.

Angga mengimbau kepada para member titip dana dapat menghubungi posko member yang beralamat di Jalan Cangkring 2, Ruko No. 20C.

“Untuk member titip dana sendiri ada 280 member, dan dapat menghubungi hotline 0821-1515-6310,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang member arisan, Rere mengatakan, dirugikan sebesar Rp 80 juta untuk pokoknya saja.

“Saya baru 2 bulan bergabung dengan AOC titip dana, dan total dana pokoknya saja Rp 80 juta, sedangkan kalau dengan profit bisa Rp 130 juta,” katanya, Rabu (13/12/2023).

Dirinya mengaku tergiur dengan keuntungan yang didapatkan dengan bunga 10 persen yang ditawarkan owner.

“Siapa sih mas yang tidak tergiur sama keuntungan yang besar, daripada dititipkan ke bang jadi ke perorangan,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, pada awal berjalan sendiri masih tidak ada masalah, keuntungan sendiri dibayar, dan masih lancar.

“Awalnya itu lancar, pokok dan profitnya dibayarkan, tapi kesini-kesini itu profitnya saja yang dibayar, ketika pokoknya yang diminta itu selalu diiming-imingi terus,” ungkapnya.

Rere mengungkapkan, tidak puas terhadap keputusan mediasi yang dilakukan.

“Jelas tidak puas, kita sih pengennya kembali semua pokoknya ya, jadi mediasi saya tidak puas,” tutupnya.*(Sakti)

TiketFest